Ropinov Saputro, S.E., M.M. Dosen Sekolah Vokasi Undip, menjadi narasumber penumbuhan wirausaha baru yang diselenggarakan atas kerjasama PKK bersama Baznas Kabupaten Demak pada 5 Oktober 2021. Para peserta merupakan perwakilan kader PKK yang diambil 2 orang setiap desa yang ada di Kabupaten Demak. Jenis industri UMKM yang diambil pada pelatihan ini adalah industri konveksi.

Pelatihan yang digelar 3 hari ini awalnya direncanakan berlangsung di ruang pertemuan P2PA Dinas Sosial Demak, dialihkan di gedung IPHI Demak. Acara ini diawali dengan sambutan dan penyerahan simbolis mesin jahit kepada peserta pelatihan oleh Kepala Daerah yang diwakili Wakil Bupati Demak KH. ALI MAKHSUN, M.S.I. Sambutan juga diberikan oleh Ketua II PKK Demak Sri Darwati, S.E., dan Ketua Baznas Demak Bambang Soesetiarto.

Pelatihan Pemasaran Digital dimulai di hari pertama sesi pertama. Ropinov menyampaikan materi dasar-dasar pemasaran digital agar peserta memahami ketika dibawa pada pembahasan strategisnya. Ropinov juga menterjemahkan/menganalogikan algoritma pemasaran digital kepada perilaku pemasaran konvensional/offline. Rendahnya CTR (Click Through Rate) pada pemasaran digital diibaratkan seperti banyaknya calon pembeli potensial yang melihat produk/toko kita di Jalan (offline), namun tingkat minat mereka rendah untuk sekedar hanya menanyakan produk kita. Ropinov juga menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. Ada beberapa faktor marketing mengapa hal itu terjadi, seperti tampilan toko/produk yang kurang menarik. Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa di platform digital hal tersebut bisa saja terjadi karena judul dan gambar produk yang tidak menarik, sehingga orang enggan mengekliknya. Ketika CTR rendah maka posisi peringkat produk di suatu platform digital akan diturunkan oleh algoritma, yang berdampak pada produk hilang dari pencarian atas suatu kata kunci tertentu.

Di akhir pelatihan Ropinov meminta para peserta untuk mengisi kuesioner kepuasan peserta dan aspirasi bidang pelatihan selanjutnya. Hal ini digunakan dosen tersebut untuk memetakan tema pelatihan UMKM yang tepat baik dilihat dari jenis usaha, skala, geografis, kapasitas maupun segmen UMKM lainnya. Dari hasil survei kepuasan peserta, peserta merasa puas karena narasumber menyampaikan materi dengan bahasa awam dan mudah dipahami. Info lain yang dapat digali dari hasil survei tersebut adalah aspirasi peseta mengenai topik pelatihan mendatang.