SEMARANG- Tim Debat Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (Undip) kembali menorehkan prestasi. Kali ini Tim FH Undip meraih posisi terhormat sebagai Juara I dalam lomba Debat Nasional Sriwijaya Law Fair Tahun 2021. Dalam kompetisi yang dihelat FH Unsri tersebut, tiga personel FH Undip menunjukkan keunggulannya dalam kompetisi dengan tema “UU Cipta Kerja: Implementasi terhadap Proteksi Pekerja dalam Perspektif Hukum Positif Indonesia”.

Kolaborasi tiga anggota Tim FH, yakni Amatul Jannah Sosiadi, Cessie Hilla Debora dan Lutfi Rizqullah Nasution, diakui sebagai yang terbaik di antara para peserta kompetisi. Mereka berhasil mengungguli tim lainnya yang berasal dari 13 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia.

“Tentunya bangga karena bisa turut mengharumkan nama Undip di tingkat nasional. Kami juga bangga bisa berkompetisi dan mendapat juara 1 bersama teman-teman dari Undip dan mengungguli peserta kompetisi lain yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia yang tidak kalah hebat. Ditambah lagi dengan perbedaan domisili Tim Undip yang berjauhan sampai berbeda pulau ini, tetapi mampu mendapatkan hasil yang memuaskan. Ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” kata Amatul Jannah mewakili teman-temannya saat diwawancara tim humas, Sabtu (30/10/2021).

Sriwijaya Law Fair adalah agenda rutin yang digelar setiap tahun oleh badan otonom Lawcus FH Universitas Sriwijaya. Kegiatan ini menjadi kegiatan tingkat nasional yang dipandang penting dalam percaturan kegiatan debat mahasiswa. Tahun 2021 ini acara tersebut dikemas sebagai “Debat Hukum Nasional dan Seminar Nasional Sriwijaya Law Fair” dilaksanakan mulai bulan Agustus sampai akhir Oktober 2021.

Disinggung terkait persiapan mengkuti kompetisi ini, Cessie Hillia, salah satu anggota tim, mengungkapkan semuanya dilakukan secara maksimal. Setiap hari anggota tim belajar membangun argumentasi dengan merujuk kepada berbagai literatur seperti buku, jurnal, artikel, maupun literatur lainnya.

“Kami juga aktif melakukan meeting secara intensif dengan sesama anggota tim membahas UU Cipta Kerja yang menjadi tema dari Lomba Debat ini. Meeting intensif tersebut dilaksanakan secara daring melalui Microsoft Teams yang disediakan kampus. Menjelang hari H pelaksanaan debat, kami mempersiapkan segala hal, mulai dari membedah UU Cipta Kerja, membaca ulang literatur-literatur ketenagakerjaan, serta mengasah kemampuan argumentasi kami. Puji syukurnya usaha kami tersebut membuahkan hasil yang memuaskan,” ujar Cessie.

Yang pasti, dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Undip yang sudah memberikan dukungan sehingga Tim Debat FH Undip didorong belajar lebih banyak, termasuk kemampuan mengimplementasikan ilmu yang diterima.

Lutfi Rizqullah, anggota tim lainnya, bersyukur bisa meraih posisi paling terhormat dalam kompetisi tersebut.  “Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dosen-dosen yang ada di Fakultas Hukum Undip yang senantiasa mendukung dalam berproses sehingga bisa menjadi yang terbaik dalam kejuaraan ini. Kepada seluruh mahasiswa FH Undip, yakin bahwasanya kita semua dibekali ilmu pengetahuan yang melimpah dari pembelajaran kuliah. Kiranya hal tersebut menjadi tanggung jawab kita semua selaku mahasiswa Fakultas Hukum Undip untuk mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dalam ajang prestasi yang membanggakan,” sambung Lutfi Rizqullah.

Adapun prestasi tim debat yang ditorehkan selain Juara I dalam kompetisi ini, tim debat sebelumnya meraih juara I dalam Lomba Debat Hukum Nasional Antar Perguruan Tinggi 2021 atau National University Debate Championship (NUDC) 2021. Pernah meraih Juara 2 Internal Moot Court Competition Piala Dekan X Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Sementara di semester 2, kami bertiga kembali bertanding dalam perlombaan Ubaya Law Fair.

Selain menang sebagai tim, secara individu mereka telah menuai berbagai prestasi, seperti Cessie Hillia dan Amatul Jannah Sosiadi yang mendapat Juara 3 serta Juara Favorit di Kompetisi Debat Hukum Mahasiswa Nasional Unissula Law Fair. Sedangkan Luthfi Rizqullah Nasution mendapat Finalist Art Event Proposal Competition yang diselenggarakan Politeknik Pariwisata Bali. Adapun Amatul Jannah juga diamanahi menjadi Delegasi Undip di ajang Japan English Model United Nations.

Prestasi lain, diperoleh Cessie Hillia yang terpilih sebagai penerima beasiswa Paragon 2021 dari Universitas Diponegoro dan diamanahi menjadi 1 dari 10 pembicara dari negara ASEAN untuk menjadi pengisi materi Hak Asasi Manusia di Festival SouthEast Asian Youth. “Prestasi-prestasi yang telah kami raih ini, baik secara individu maupun kelompok, terus memacu kami untuk terus menjadi versi terbaik diri kami agar dapat mengharumkan nama Universitas Diponegoro ke depannya serta berkontribusi kepada negara Indonesia,” ujar Lutfi.

Dekan Fakultas Hukum Undip Prof. Dr. Retno Saraswati, S.H, M.Hum mengatakan turut berbangga dan berterima kasih atas capaian prestasi yang diraih oleh tiga mahasiswa FH Undip. “Semoga dengan adanya prestasi ini dapat memicu Mahasiswa FH Undip lainnya untuk meraih prestasi membanggakan ditingkat nasional maupun internasional,” harap Prof Retno.

Sementara Kepala Kesekretariat dan Protokol Undip, Dr. Agus Suherman, S.Pi., M.Si. menambahkan bahwa Undip selalu memberikan support untuk menunjang prestasi mahasiswa. “Karena prestasi yang diraih mahasiswa adalah prestasi Undip. Oleh karenanya Undip sangat mendukung kegiatan mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi baik nasional maupun internasional”, pungkasnya.