Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro merayakan Dies Natalisnya yang ke-5, acara yang di selenggarakan Kamis 28 Oktober 2021 dengan tema “Malam Apresiasi Prestasi & Inovasi Sekolah Vokasi” berlangsung secara luring dan daring. Acara syukuran dies natalis ke 5 Sekolah Vokasi yang dihadiri Bapak Rektor, Bapak Dekan dan jajarannya, serta seluruh civitas akademik di lingkungan Sekolah Vokasi, dikemas dalam bentuk Kuliah Umum dari Bpk. Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Bapak Gandhi Sulistiyanto, dimeriahkan juga dengan pagelaran wayang cakrik batik karya kebanggaan dosen Undip sendiri. Dilanjutkan launching ikatan alumni, apresiasi prestasi dan inovasi baik prodi, dosen, maupun mahasiswa.

Dalam sambutannya Bapak Rektor Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. mengatakan bahwa Sekolah Vokasi adalah ujung tombak hilirisasi Undip, tanpa Sekolah Vokasi Undip akan sulit untuk mengembangkan inovasinya, itulah mengapa Sekolah Vokasi begitu penting. Dengan komposisi lebih banyak di praktek diharapkan lulusan Sekolah Vokasi adalah insan-insan yang siap untuk bekerja. Ditahun 2021 saja Undip menepati peringkat 1 untuk kategori Graduate Employability penilaian kategori ini berdasarkan pada kecepatan dan ketepatan lulusan dalam mendapat pekerjaan.

Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro telah melewati fase pemantapan tahun 2016-2020. Selama fase pemantapan, Sekolah Vokasi telah berusaha keras membangun jati diri vokasi, dengan kata kunci antara lain 70 persen praktek, kompeten, siap kerja, inovasi, dan produk nyata. Dengan 70 % praktek, 30 % teori, maknanya adalah ilmu yang diperoleh harus langsung dipraktekkan atau diamalkan, agar bermanfaat bagi sesama. Oleh karena itu, kehadiran Sekolah Vokasi harus bermanfaat paling tidak antar Fakultas yang ada di Universitas Diponegoro. Tutur Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si.

Selanjutnya, sesuai dengan rencana jangka panjang Sekolah Vokasi, Sekolah Vokasi tahun 2021-2025 masuk ke fase penguatan. Kata kunci selama fase penguatan adalah unggul dan daya saing. Oleh karena itu, agar memiliki dayang saing, tiap-tiap prodi diharapkan mulai menampilkan keunggulan masing-masing, terlebih lagi keunggulan terkait dengan tantangan menghadapi revolusi industry 4.0. Beberapa keunggulan yang telah ditonjolkan oleh program studi di Sekolah Vokasi sebagai contoh adalah digital archive, e-logistik, digital public relation (PR), ada juga Japanesse-English Vocational Languages Center (JEVLAC), blended learning, Pusat Unggulan Teknologi (PUT) smart technology, PUT BIM Center, PUT DENOP, desa digital, rumah apung, energi terbarukan, welding school, dsb. Sebagai upaya mewujudkan kemanfaatan kepada dunia usaha dan dunia industry, tiap-tiap prodi telah berusaha mengembangkan unit produksi antara lain MMCC (Multi Media and Content Creator), LoDIC (Logisic Digital Preuneur Center), ELITE (Entrepreuneurship of Electrical Industrial Engineering), WBC (Work BIM Center), UKM CAM (UKM Computer Aided Manufacturing), COSPLAY (Center for Spatial Planning and Land Survey), MACDWES (Marine Construction Design and Welding School), VLC (Vocational Language Center), Miniplant BioDiesel, MacDesign (Machinary Mechanical Maintenance), VTC (Vocational Tax Corner).

Melalui rangkaian acara Dies Natalis ke 5 Sekolah Vokasi UNDIP, diharapkan menjadi inspirasi dan semangat berkontribusi untuk Indonesia. Tutur Pak Dekan ditutup dengan slogan kebanggaan Sekolah Vokasi. JUARA!