SLiMS (Senayan Library Management System) adalah sistem automasi perpustakaan sumber terbuka (open source) berbasis web yang pertama kali dikembangkan dan digunakan oleh Perpustakan Kemendikbud. Aplikasi ini digunakan untuk pengelolaan koleksi tercetak dan terekam yang ada di perpustakaan. Setelah SLiMS diluncurkan pertama kali, sistem otomasi perpustakaan ini akan masih selalu dikembangkan seiring dengan kebutuhan yang ada di suatu perpustakaan, seperti di tahun 2020 SLiMS berhasil merilis versi terbarunya dengan nama SLiMS 9 Bulian.

Perpustakaan tanpa teknologi? Mustahil, artinya dengan adanya suatu teknologi di perpustakaan akan jauh lebih mudah untuk mengelola segala aspek yang ada, terutama dalam aspek koleksi perpustakaan. Oleh karena itu, memanfaatkan teknologi adalah cara terbaik untuk mengatur semua koleksi yang ada dengan baik.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai SLiMS dan versi terbarunya sekaligus cara penggunaan fitur-fitur terbaru dari SLiMS 9 Bulian, Himpunan Mahasiswa Program Studi  Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro menggelar webinar pelatihan nasional SLiMS 2021 dengan tema “Reveal and Introducing SLIMS’s Newest Version 9 Bulian, sabtu (30/10).

Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang SLiMS sebagai salah satu perangkat lunak otomasi yang dapat digunakan dengan versi terbaru, mengetahui fitur terbaru dari SLiMS 9 bulian dan keunggulan yang dimiliki SLiMS 9 bulian, serta mampu mengoptimalisasi pemanfaatan SLiMS 9 bulian.

Ibnu Fathan, selaku narasumber menyampaikan fitur SLiMS diantaranya adalah Online Public Accses Catalog (OPAC) yang memudahkan dalam penelusuran koleksi di perpustakaan, manajemen data bibliografi untuk meminimalisasi redundasi data, manajemen masterfile untuk data referensial seperti general material designation (GMD), tipe koleksi, penerbit, pengarang, lokasi dan supplier serta modul union catalog service dapat menghitung pengunjung perpustakaan.

Kepala Sekretariat dan Protokol Undip Dr. Agus Suherman, S.Pi., M.Si. menyampaikan Undip sangat mendukung kegiatan mahasiswa yang berdampak pada peningkatan skill mahasiswa. “Terutama di era digital saat ini, perubahan terjadi dengan cepat. Untuk dapat bertahan dan mengikuti perkembangan, kita harus cepat beradaptasi dan melek teknologi”, ujarnya. “Berharap setelah mengikuti pelatihan ini, mahasiswa tidak gagap teknologi dan memudahkan dalam mencari referensi yang kredibel dengan cepat”, jelasnya. (Lin-Humas)