SEMARANG – Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) menggandeng Universiti Brunei Darussalam untuk memperkuat sinergi bagi keduanya. Kerja sama tersebut mencakup penyelenggaraan kegiatan ilmiah seperti seminar internasional, riset, dan pengkajian pengembangan ilmu susastra.

Langkah tersebut dilakukan salah satunya untuk menjawab tantangan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) yang mendorong kerja sama antarperguruan tinggi berbasis masing-masing program studi, baik di dalam dan luar negeri. Program tersebut juga menjadi bagian integral dari pencanangan Undip sebagai World Class University (WCU).

Kepala Prodi Magister Ilmu Susastra FIB Undip, Dr. M. Suryadi, M.Hum., mengatakan sebagai awal bentuk kerja sama antara Magister Ilmu Susastra Undip dan Universiti Brunei Darussalam adalah dengan menyelenggarakan webinar internasional. ‘’Webinar merupakan titik awal dari kerja sama yang akan dijalin kedua belah pihak untuk kegiatan akademik ke depannya. Ini juga menjadi bukti dari komitmen Magister Ilmu Susastra dalam membangun relasi antar universitas, guna pengembangan kegiatan keilmuan dan memfasilitasi para mahasiswa untuk lebih berkembang,” kata Suryadi, Jumat  (5/11/2021).

Menurutnya, ke depannya Program Studi Magister Ilmu Susastra terus melebarkan sayap kerja sama dengan berbagai pihak, guna mengoptimalkan fungsi prodi sebagai lembaga yang menaungi calon-calon ilmuwan di bidang budaya, khususnya sastra. Artinya, akan lebih banyak lagi program studi dan universitas yang akan menjadi partner Magister Susastra Undip dalam menghadapi tantangan global.

Ditegaskan, kerja sama antarperguruan tinggi sangat penting dilakukan sebab perguruan tinggi dan program studi ibarat sebuah organisasi harus berkolaborasi agar bisa bertubuh dan berkembang. Dalam praktik penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan berkolaborasi itulah akan terjadi dalam peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Mengenai bidang yang dikerjasamakan, meski basisnya adalah kegiatan akademik, namun bisa menyentuh berbagi di bidang lain seperti sumber daya manusia maupun sistem. “Yang pasti, kerja sama dilakukan untuk kemajuan bersama,” dia menambahkan.

Terkait masalah pandemi Covid-19 yang kini melanda, Suryadi menegaskan kerjasama terus berjalan meski kegiatan harus dilakukan secara online atau daring. Konferensi, pertemuan, atau pembahasan kajian untuk sementara dilakukan secara daring, kalaupun dilakukan secara luring dengan protokol kesehatan yang ketat. Dalam waktu dekat, FIB Undip akan menguatkan kerjasama dengan Hankuk University Korea Selatan.

Pada program pertama dengan Universiti Brunei Darussalam telah digelar webinar yang menampilkan Dr. Kathrina Haji M. Daud, M.A. dari Universiti Brunei Darussalam dan Dr. Ratna Asmarani, M.Ed., M.Hum dari Universitas Diponegoro. Pada kegiatan yang berlangsung Oktober 2021, bertindak sebagai moderator adalah Dr. Sukarjo Waluyo, M.Hum dari Magister Ilmu Susastra FIB, Undip.

Webinar yang bertajuk “Membaca Sastra Kekinian: antara Gender, Sastra Populer, dan Silang Budaya”  tersebut cukup mencuri perhatian para peserta karena isu yang diangkat sangat menarik. Masing-masing narasumber memiliki pandangan yang unik terkait isu gender yang menjadi topik utama dalam webinar. Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan kritis, sementara pemaparan dari masing-masing narasumber disampaikan dengan cara yang elegan.

Dr. Sukarjo Waluyo, M.Hum selaku moderator mencatat, bahasa asing bukan penghalang dalam penyelenggaraan kegiatan webinar. Terbukti dengan diskusi bilingual pun dapat berlangsung dengan baik dan para peserta pun antusias bertanya pada para narasumber terkait topik yang diangkat. (tim humas)