Sehubungan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Teknik Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang melaksanakan kegiatan simulasi penanggulangan kebakaran pada gedung, Jumat (5/11).

Peran K3 dalam lingkungan kerja diantaranya setiap tenaga kerja memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan untuk kesehatan dan keselamatan demi kesejahteraan hidup, setiap orang yang berada di lingkungan kerja harus dijamin aman serta merupakan tindakan antisipatif dan preventif dari perusahaan dalam upaya mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Program Pelatihan K3 memiliki peranan penting dalam kemajuan sebuah institusi dan meningkatkan keterampilan para pekerjanya untuk lebih profesional.

Kebakaran merupakan suatu peristiwa yang berbahaya dan dapat mengakibatkan kerugian dan korban jiwa jika kita tidak melakukan upaya yang tepat dalam mencegah kebakaran. Simulasi dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana kebakaran. Simulasi akan mengidentifikasi sumber-sumber kebakaran, tanggap darurat serta penangannya, melaksanakan pemadaman kebakaran dengan menggunakan prinsip pemadaman api, mengidentifikasi alat pemadam berdasarkan sumber kebakaran dan mampu menggunakan alat-alat pemadam kebakaran.

Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M., M.Sc, Ph.D menyampaikan bahwa simulasi ini penting sekali dan harus rutin dilaksanakan karena untuk menyiapkan jika terjadi keadaan darurat kita tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan. Keadaan darurat bisa karena kebakaran, gempa bumi dan lainnya. Simulasi untuk mengevaluasi kecepatan respon terhadap bencana. Dalam keadaan darurat kita harus tetap tenang dan mengikuti instruksi evakuasi menuju ke titik kumpul. Untuk itu semua gedung terutama bagi gedung-gedung tinggi seperti dekanat ini dianjurkan untuk memiliki struktur tim tanggap bencana (emergency respon team).

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FT dalam melaksanakan K3. Semoga K3 ini tidak hanya sebatas sertifikat tetapi menjadi budaya bagi kita semua” pungkasnya. (Lin-Humas)

Foto: Dokumentasi FT