Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) telah sukses menggelar konferensi internasional tahunan di bidang kedokteran, keperawatan, gizi, obat-obatan, dan ilmu kesehatan. Konferensi internasional ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Jum’at dan Sabtu (05-06 November 2021) dan digelar secara virtual/daring melalui platform Zoom meeting.

Konferensi internasional yang menghadirkan beberapa cendekiawan antar lintas negara yaitu Belanda, United Kingdom, United States of America, Taiwan, Filipina, dan Indonesia, itu bertajuk The 5th International Conference on Translational Medicine and Health Sciences (5th ICTMHS) 2021, dan mengambil tema “Two years into pandemic: Covid-19 recent updates, health consequences, and future directions”.

Forum akademi dari FK Undip ini turut mengundang Menteri Kesehatan Republik Indonesia Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC., CLU., dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo, M.Kes., serta dihadiri oleh Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H, M.Hum., dan Dekan FK Undip Prof. Dr. dr. Dwi Pudjonarko, M.Kes., Sp.S(K).

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC., CLU., mengungkapkan sejak dua kasus pertama Covid-19 diumumkan pada 02 Maret 2020, Pemerintah telah melakukan upaya preventif dan kuratif dalam menangani pasien Covid-19. Selain itu, Pemerintah telah melakukan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Kami telah menerapkan empat strategi terpadu untuk memaksimalkan output dan outcome menuju pemulihan pasca pandemi, yaitu: deteksi, terapi, vaksinasi, dan intervensi perubahan perilaku”, ucap Menteri Kesehatan.

Menurut Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC., CLU., kebijakan vaksinasi Covid-19 yang di ambil oleh Pemerintah Indonesia sangat efektif dalam penanganan pandemi karena terbukti mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian selama masa pandemi. “Kami juga memantau efektivitas vaksin Covid-19 terhadap varian baru Covid-19”, jelasnya.

Pemerintah juga telah menyiapkan fasilitas kesehatan rujukan untuk penanganan pasien dengan kasus Covid-19. “Kami menyiapkan fasilitas kesehatan rujukan untuk penanganan kasus Covid-19, beserta skema pembiayaan yang efektif dan efisien. Melalui keputusan Menteri tentang petunjuk teknis penggantian klaim atau biaya pelayanan pasien Covid-19 dan pemberlakuan kebijakan tarif INA-CBGs Covid-19, akan membuat proses pembiayaan dan administrasi kesehatan menjadi lebih transparan”, ungkap Budi Sadikin.

Dengan demikian, diharapkan rumah sakit rujukan bisa fokus untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan lebih mempersiapkan skema pembiayaan ke depan jika kasus Covid-19 merangkak naik kembali.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo, M.Kes., yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, menyambut baik atas digelarnya konferensi internasional tersebut. “Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan konferensi ini. Selain menjadi forum bertemunya para ahli di bidang kesehatan, forum ini juga menjadi sarana pengetahuan serta kolaborasi profesional kesehatan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan”, jelas dr. Yulianto.

dr. Yulianto menambahkan bahwa pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi di Indonesia, mengajarkan bahwa penelitian di bidang kesehatan sangat penting dan strategis. “Saat awal munculnya virus baru ini, kita semua dibuat gagap. Bagaimana cara penanganannya, obatnya apa, dan bagaimana cara menghentikan penyebarannya. Kita bersyukur para peneliti dan para ahli di bidang kesehatan dapat dengan cepat membuat berbagai penemuan dan petunjuk bagaimana penanganan pandemi Covid-19 ini, mulai dari protokol kesehatannya dan vaksinansi”, ungkapnya.

Selain itu, dr. Yulianto berharap dengan adanya konferensi internasional ini akan mampu menjembatani para akademisi dan praktisi dari berbagai belahan dunia untuk menjalin kerjasama dalam penelitian atau kegiatan ilmiah lainnya, sehingga bisa menjadi jalan keluar dari berbagai masalah dan tantangan di bidang kesehatan yang sedang dihadapi.

“Saya senang nanti akan ada paparan dan presentasi hasil penelitian dan karya-karya ilmiah tentang kesehatan yang dipublikasikan. Besar harapan saya, penelitian dan karya ilmiah ini mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan melahirkan terobosan yang inovatif bagi majunya sektor kesehatan masyarakat, khususnya di Jawa Tengah dan di Indonesia”, jelas Kadinkes Prov. Jawa Tengah itu.

Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H, M.Hum., dalam pidatonya menjelaskan bahwa konferensi internasional ini masih dalam satu rangkaian acara Dies Natalis FK Undip ke-60. “ICTMHS ke-5 ini dengan tema utama Two years into pandemic: Covid-19 recent updates, health consequences and future directions, masih dalam salah satu dari rangkaian acara Dies Natalis FK Undip”, jelas Prof Yos. Selain itu, dengan adanya konferensi ini Prof Yos berharap akan terjadi saling tukar pengetahuan dan informasi terhadap kondisi pandemi yang saat ini tengah terjadi.

Sebelumnya, konferensi internasional dibuka oleh Dekan FK Undip Prof. Dr. dr. Dwi Pudjonarko, M.Kes., Sp.S(K). Selanjutnya Prof. Onang, sapaan akrab Dekan FK Undip ini, menjabarkan bahwa forum ini bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan terbaru tentang implementasi, pedoman, dan praktik klinis tentang pandemi Covid-19, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang program kesehatan pada masa pandemi Covid-19, termasuk mengenai vaksinasi Covid-19. “Konferensi internasional ini juga berfungsi sebagai forum diseminasi ide atau penelitian melalui e-poster ilmiah dan presentasi lisan”, jelas Prof Onang.

Selain itu, Prof Onang menambahkan konferensi internasional ini juga bermaksud untuk memberikan update ilmu pengetahuan guna menghadapi masa depan khususnya di bidang kesehatan selama dan setelah pandemi Covid-19 berlalu. Update ilmu pengetahuan ini mencakup disiplin ilmu yang luas dengan topik terkini seperti vaksinasi global, keadaan darurat terkait era pandemi hingga pengobatan dan layanan masyarakat di berbagai bidang di era pandemi selama hampir 2 tahun.

“Kami berharap konferensi yang berlangsung selama dua hari ini dapat membantu masyarakat untuk menambah wawasannya tentang kesehatan di masa pandemi ini. Serta dapat bertukar ilmu yang bermanfaat kedepannya, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan mengenai perspektif dan manajemen di bidang kesehatan pada masa pandemi Covid-19”, jelas Dekan FK Undip itu.

Kemudian dilanjutkan paparan materi oleh para peneliti dunia, yakni Prof. Dr. David M Bishai (Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – USA), Dr. Laurence Baldwin (Coventry University – UK), Prof. Dr. Jan L Nouwen (Erasmus MC, UMC Rotterdam – Netherlands), Assist. Prof. Li-Yin (Jessica) Lin, RD., PhD (Taiwan), dan Assoc. Prof. Josephine Lorica, RN., DPA., (Philippines). Selain itu, peneliti dari Eijkman Institute, Indonesia Prof. dr. Amin Soebandrio, PhD., Sp. MK., turut serta memaparkan materinya.