“Awal mula saya memilih studi  Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan atau IESP karena ketertarikan saya pada bidang ekonomi sejak SMA. Selain itu, IESP juga mengajarkan bagaimana agar sumber-sumber ekonomi dapat dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat jadi semakin dirasakan manfaatnya oleh kalangan luas. IESP  mempelajari semua bidang baik mikro-ekonomi maupun makro-ekonomi maka itu menjadi unik sebab kita dituntut memiliki helicopter view dan kemampuan balancing sehingga mencapai manfaat yang maksimal” ungkap Fajar Setiawan, S.E., alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang masuk melalui jalur SBMPTN tahun 2011 dan lulus tahun 2015.

Saat ini Fajar bekerja sebagai Ekonom Junior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten. Sebelum bergabung dengan Bank Indonesia, ia mendapatkan tawaran untuk menjadi research fellow di Kantor Pusat Bank Indonesia. Pada periode tersebut ia mengikuti seleksi PCPM BI pada tahun 2016 dan secara resmi bergabung dengan BI di tahun 2018 setelah masa pendidikan 1 tahun sebelumnya. Penugasan pertama di Kantor Perwakilan BI Lhokseumawe sebagai asisten analis selama 3 tahun kemudian berpindah menjadi ekonomi yunior di Kantor Perwakilan BI Banten.

“Selama periode tersebut, tugas utama saya adalah memberikan atau menyusun analisis statistik dan bahan advisory ekonomi serta keuangan kepada stakeholders yang sejalan dengan ilmu yang saya pelajari di kampus. Dasar ilmu dan pengalaman dari para dosen saya di Undip ini sebagai bekal untuk saya menjadi praktisi hingga saat ini” ungkapnya.

“Selama kuliah di Undip, saya banyak mendapatkan pengalaman yang menurut saya belum tentu bisa diperoleh orang lain. Lingkungan belajar di Undip sangat mendorong untuk pengembangan diri baik hardskill maupun softskill. Dari sisi hardskill, FEB terhitung lengkap dengan fasilitas dan mendukung learn-life-balance mahasiswanya dengan penerapan digitalisasi di semua aspek, sangat keep-up dengan zaman. Kalau dari segi softskill, semua bidang pengembangan diri seperti ekstrakurikuler, kelompok studi, himpunan, BEM atau SEMA dan lain-lain juga sangat beragam sehingga tidak kalah bersaing dengan kampus lain. Dari sela-sela masa kuliah juga saya kerap kali menjadi MC acara wisuda maupun lainnya yang diselenggarakan FEB dan Undip. Selain itu, saya juga pernah bergabung dalam Tim Call Center SNMPTN dan SBMPTN selama kurang lebih 1 tahun” lanjutnya.

“Pendidikan menjadi kunci sukses baik bagi diri sendiri dan bangsa. Dalam model ekonomi endogenous, kekuatan ilmu pengetahuan termasuk penyesuaian terhadap teknologi menjadi penting di samping sumber daya alam dan kelembagaan untuk meningkatkan daya saing. Level pendidikan yang semakin baik akan memberikan kesempatan yang lebih luas apalagi jika dilakukan tidak hanya untuk hardskill tapi juga softskill. Menurut saya, dunia kerja ataupun wirausaha menjadi semakin kompetitif dengan adanya digitalisasi sehingga kita sebagai sumber daya manusia harus terus mengembangkan diri salah satunya melalui pendidikan dan membangun banyak jaringan” pungkas Fajar. (Lin-Humas)