SEMARANG – Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Diponegoro (Undip), Dr. Nurhayati, M.Hum, bertekad secara bersama-sama dengan seluruh elemen membawa FIB Undip menjadi fakultas riset yang unggul di Asia Tenggara pada tahun 2025. Tekad tersebut sekaligus sebagai penegasan mendukung Undip di jajaran World Class University (WCU).

Keunggulan yang dicanangkan untuk diraih meliputi bidang kebudayaan yang meliputi sastra, bahasa, sejarah, antropologi, perpustakaan, filsafat, dan kearsipan. “Kami berkomitmen memperkuat visi, yakni menjadi fakultas riset yang unggul di Asia Tenggara pada tahun 2025 dalam bidang kebudayaan yang meliputi sastra, bahasa, sejarah, antropologi, perpustakaan, filsafat, dan kearsipan,” kata Nurhayati, Selasa (23/11/2021).

Untuk menunjang menjadi fakultas riset yang unggul, menurutnya, FIB Undip harus berupaya keras menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi penelitian yang berkualitas serta profesionalitas pada bidangnya. Lulusan dari program studi sastra, bahasa, sejarah, antropologi, perpustakaan, filsafat, dan kearsipan FIB Undip selain menguasai bidangnya, juga memiliki kemampuan melakukan riset.

Menurut dia, target mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan professional harus disertai dengan pengembangan integritas moral, sikap ilmiah dan kritis, serta memiliki daya saing yang tinggi baik pada level nasional maupun internasional. “Sehingga dapat menghasilkan karya penelitian dan publikasi serta keahlian profesional yang inovatif dan berkualitas dalam bidang sastra, bahasa, sejarah, antropologi, perpustakaan, filsafat, dan kearsipan,’’ jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, mahasiswa diharapkan juga menghasilkan karya pengabdian masyarakat yang memberi kontribusi bagi peningkatan taraf hidup masyarakat dan kemajuan bangsa serta menumbuhkembangkan jiwa enterpreneurship berbasis Iptek. “Kami bukan hanya mencetak ilmuwan semata, tapi lulusannya punya nilai plus sebagai sastrawan yang mampu menghasilkan karya-karya sastra, yang dilatarbelakangi ilmu yang mumpuni. Hal ini menjadi salah satu ciri khas program studi-program studi yang ada di kami,” dia menegaskan.

Untuk mencapai apa yang ditargetkan, FIB Undip juga terus mengembangkan jaringan kerjasamanya dengan perguruan tinggi di luar dan di dalam negeri. Kegiatan-kegiatan yang kolaboratif menjadi pilihan karena masing-masing perguruan tinggi memiliki kelebihan dan keunikan sendiri.

Terkait target menjadi fakultas riset yang unggul di Asia Tenggara pada tahun 2025, FIB Undip berupaya keras selalu mensuport semua kegiatan yang dilakukan program studi yang ada. “Termasuk kegiatan stadium generale yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister (S2), Ilmu Susatra. Kegiatan tersebut patut untuk dilanjutkan dan dikembangkan guna memperluas wawasan ilmu terkait isu kebudayaan dan kesusastraan,” jelasnya.

Ketua Prodi Magister (S2) Ilmu Susastra FIB Undip, Dr. M. Suryadi, mengatakan dalam rangka menuju FIB menjadi fakultas riset yang unggul di Asia Tenggara pada tahun 2025, Prodi S2 Ilmu Susastra menyelenggarakan beragam kegiatan, diantaranya adalah penyelenggaraan stadium generale.‘’Baru-baru ini kami menyelenggarakan stadium generale bertajuk Tradisi Lisan dalam Dunia Postmodern,” tutur Suryadi.

Pada kegiatan tersebut dihadirkan sejumlah narasumber yakni Dr. Aprinus Salam, M.Hum. dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Lina Meilinawati Rahayu dari Universitas Padjajaran (Unpad), dan Dr. Moh. Abdullah, M.Hum. dari Universitas Diponegoro (Undip).

Tiga narasumber yang dihadirkan merupakan tiga doktor ahli di bidang tradisi lisan yang pengetahuannya menarik antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Terbukti dengan membludaknya jumlah peserta yang masuk dalam ruang zoom, serta keaktifan para peserta saat sesi diskusi berlangsung. “Kegiatan semacam ini juga merupakan wujud dari komitmen Program Studi S2 Magister Ilmu Susastra dalam memfasilitasi mahasiswa serta para ilmuwan di bidang sastra untuk bertukar ilmu, sekaligus berdiskusi untuk memutakhirkan ilmu di bidang sastra dan budaya.”

Saat ini FIB Undip memiliki Program Studi S1 yang meliputi Sastra Inggris, Sastra Indonesia, Sejarah, Ilmu Perpustakaan, Bahasa dan Kebudayaan Jepang, dan Antropologi Sosial. Di jenjang S2 ada Prodi Magister Ilmu Susatra, Magister Ilmu Linguistik, dan Magister Ilmu Sejarah, sedangkan S3 meliputi Program Doktoral Sejarah.  (tim humas)