Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Malang-Lumajang, Provinsi Jawa Timur, merupakan duka nasional menjelang akhir tahun 2021. Warga sekitar telah menjadi korban bencana alam yang datang tak terduga ini. Sebagai institusi pendidikan yang aktif dalam partisipasi sosial, Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) mengirimkan Surveillance Team ke lokasi kejadian.

Tim yang beranggotakan dari Menwa, Racana Diponegoro dan KSR Undip ini diberangkatkan dari Gedung ICT LPPM Undip pada hari Minggu, 5 Desember 2021 pukul 15.30 WIB.

“Tim ini memiliki beberapa tugas utama diantaranya melakukan koordinasi dengan Tim Bencana setempat yang berasal dari unsur-unsur pemerintah, surveillance bencana (analisis dampak kesehatan, pangan, dll) serta penentuan kebutuhan tim selanjutnya. Diperkirakan akan ada 2-3 tim lanjutan yang dikirimkan dari Undip. Tim ini beranggotakan para tenaga kesehatan dan pendidikan dari berbagai latar belakang keahlian. Tim juga nantinya dibantu oleh para relawan mahasiswa yang ada” ujar dr. Achmad Zulfa Juniarto, M.Si.Med, MMR, Sp.And.(K), Ph.D, sebagai Ketua Umum D-DART.

Adapun para anggota Surveillance Team ini ialah Arioseno Dwi Pradana (Menwa), Dewi Setyaningsih (Racana Diponegoro), Jaeni (KSR Undip) dan Ika Laiki Ramdani (KSR Undip). Tim telah melakukan komunikasi awal dengan Tim Bencana di lokasi kejadian.

Terdapat beberapa logistik yang dibutuhkan oleh para korban diantaranya makanan cepat saji, selimut, air mineral, vitamin, masker, terpal/tikar, selimut, makanan dan susu balita, pampers serta kebutuhan sanitasi. Semoga semua pihak yang terdampak selalu mendapat kekuatan ke depannya. Pulihlah, Ibu Pertiwi. (AS)