Hampir sebagian besar dari kita atau mungkin semua manusia di dunia mencari kebahagiaan. Setiap orang menginginkan kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Banyak orang yang mengartikan kebahagiaan dengan memiliki harta berlimpah tetapi ada juga yang mengartikan bahwa bahagia itu hidup berkecukupan bersama dengan keluarga. Godaan dunia begitu besar, orang melihat kebahagiaan hanya sebatas urusan dunia. Tentunya nilai-nilai yang diajarkan dalam webinar ini penting serta berharga bagi semuanya dalam menghadapi dunia yang semakin penuh tantangan. Dan sumber kekuatan adalah keluarga. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., dalam acara Webinar  Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Diponegoro dengan tema Membangun dan Memelihara Keluarga Harmonis (13/1).

Sementara Ketua DPW Undip, Asih Yos Johan Utama S.H., CN., menyampaikan tema ini penting mengingat tantangan yang semakin kompleks dimana kesibukan karier karena kebutuhan ekonomi turut mengambil waktu keluarga terutama orang tua. DPW Undip bercita-cita mewujudkan keluarga Indonesia menjadi keluarga harmonis yang akan menghasilkan generasi-generasi muda tangguh, jaya dan memiliki kualitas kehidupan keluarga yang lebih baik.

“Webinar ini merupakan serangkaian acara peringatan hari ibu ke-93 yang puncaknya akan dilaksanakan pada 14 Januari 2022, mengingat tanggal 22 Desember 2021 akan diselenggarakan webinar internasional yang juga merupakan rangkaiannya. Selain itu ada bakti sosial dari DWP Undip bagi para korban erupsi gunung Semeru” lanjutnya.

Narasumber dalam webinar adalah dr. Aisah Dahlan CHt, CM.NLP (Ketua AIRI/Trainer), ia mengatakan keluarga seperti permainan puzzle, merangkai kepingan-kepingan yang tidak sama sisi-sisinya agar saling mengisi dan terangkai dengan indah serta kuat.

“Bahagia adalah suatu keadaan pikiran dan perasaan yang ditandai dengan kecukupan, rasa syukur, senang karena berbagi, ketenangan, kenyamanan, atau kegembiraan yang intens”.

Lebih lanjut Dr. Aisah mengulas tentang anatomi otak laki-laki dan perempuan. Keberadaan otak tengah (corpus callosum) yang mengontrol fungsi kognitif dan motorik ternyata juga berpengaruh pada sikap dan kemampuan individu. Wanita melakukan multitasking karena corpus callosum-nya lebih tebal daripada pria. Kalau pria corpus callosum-nya lebih tipis sehingga hanya mampu konsentrasi pada satu pekerjaan saja.

“Perbedaan sifat antara pria dan wanita berdasarkan corpus collosum ini juga berpengaruh pada kebiasaan dan cara berkomunikasi seseorang, diantaranya wanita susah berterus terang, sedangkan pria lebih apa adanya, kalau wanita tengah mengalami permasalahan butuh berbicara, pria memilih diam dan saat wanita curhat hanya ingin disimak atau didengarkan saja, sementara pria bila mendengar curhat otomatis memberi solusi” tuturnya.

Kehidupan berpasangan atau berumah tangga dalam dinamikanya selama mengacu kepada visi dan misi yang benar maka akan terjadinya keharmonisasian dalam keluarga. Salah satu caranya yaitu saling mengetahui satu sama lain kebutuhan yang diperlukan masing-masing. (Lin-Humas)