SEMARANG- Tim Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (UNDIP) meraih prestasi sebagai Juara I dalam ajang Asian Law Student Association  (ALSA) Legal Writing Competition 2021 Bidang Legal Review yang digelar oleh ALSA Local Chapter Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Tema “Pengaruh Pemberlakuan Hak Paten terhadap Kapabilitas Masyarakat dalam Memperoleh Obat-obatan Esendial serta Kaitannya terhadap Pemenuhan Hak Asasi Manusia”, yang diangkat tim ini dinyatakan sebagai karya terbaik dari karya yang masuk ke Dewan Juri. Tim FH Undip yang beranggotakan Ian Reinhart, Fikri Achmad Hasan dan Nurul Mutmainang Alzahra, mampu menyisihkan 16 tim lain yang berasal dari dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

“Satu kata, kami merasa bangga, awalnya kami sangat terkejut bisa mendapatkan juara satu dalam ajang ALSA Legal Writing Competition 2021. Kami juga merasa senang sekali bisa mewakili Fakultas Hukum Undip untuk bersaing dengan delegasi lain dari berbagai universitas di Indonesia,” kata Fikri Achmad Hasan salah satu tim koordinasi saat diwawancara, Rabu (15/12/2021).

Ia menjelaskan bahwa Asian Law Student Association (ALSA) merupakan organisasi non profit berskala Internasional yang anggotanya terdiri atas mahasiswa fakultas hukum dari berbagai universitas Asia. Di Indonesia sejak tahun 1987 berdiri ALSA National Chapter Indonesia. Salah satunya ALSA Cahpter UGM yang tahun ini menggelar kompetisi Legal Writing Competition yang dibagi dalam dua kategori, yaitu legal opinion dan legal review.

“Kami memilih ikut cabang lomba legal review untuk mewadahi kami sebagai mahasiswa jurusan ilmu hukum dalam meningkatkan minat serta kemampuan menulis argumen dalam rangka mengulas suatu peraturan perundang-undangan secara sistematis,” Fikri menambahkan.

Dia menyampaikan pula, ALSA Legal Writing  Competition tahun 2021 yang rangkaian kegiatannya diselenggarakan sejak Oktober sampai November 2021 mengangkat tema besar “Peran Penting Perlindungan Hukum Hak Kekayaan Intelektual Dalam Mendorong Inovasi di Era Globalisasi.” Tentang persiapan dalam kompetisisi ini, Tim FH Undip melakukan banyak persiapan termasuk melakukan latihan secara terjadwal di samping melakukan riset-riset yang diperlukan dengan bimbingan para dosen yang berkompeten.

Semua anggota tim mendapat tugas sesuai peran dan minatnya. Mengenai riset, berbagai publikasi nasional maupun internasional dipelajari dan didiskusikan bersama untuk pendalaman. Juga dibuat poin-poin pembahasan. Baru setelah itu dibuat tulisan yang terus-menerus didiskusikan dan disempurnakan.

Adapun proses persiapan, diungkapkan anggota tim lainnya, Ian Reinhart. “Kami mulai menulis, menulis, dan menulis serta berdiskusi. Kami saling merevisi satu sama lain. Mengerjakan legal review dari awal hingga akhir secara online melalui fasilitas Microsoft teams dan Google Docs yang disediakan kampus. Menjelang hari terakhir pengumpulan berkas, kami berhasil menyelesaikan berkas legal writing dan mengirimkannya sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia. Alhamdulillah saat pengumuman, tim kami menjadi yang terbaik dan meraih juara satu,” ucap Ian dengan bahagia.

Mengenai banyaknya kompetisi yang digelar saat ini, dia menilainya sebagai ruang ekspresi dan melatih berbagai hal yang bermanfaat sebagai bekal saat berkarya di masyarakat. Dia mengakui, Fakultas Hukum Undip sudah banyak mencetak lulusan yang berkualitas dan memiliki banyak prestasi. Karena itu, menjaga nama besar FH Undip memerlukan upaya yang berkelanjutan dan berkesungguhan.

Dekan Fakultas Hukum Undip, Prof. Dr. Retno Saraswati, S.H, M.Hum, mengatakan fakultas selalu memberi dukungan maksimal kepada para mahasiswa melalui berbagai bidang dan kegiatan. Kompetisi, lomba dan konfrensi penting yang diikuti para mahasiswa FH Undip mendapat dukungan penuh. “Kami bersyukur untuk prestasi-prestasi yang dihasilkan. Saya berharap para mahasiswa terus belajar dan berkarya,” tukasnya. (tim humas)