“Dulu ketika SMA saya memang tidak ikut teater tetapi aktif dalam kegiatan bahasa Jepang dan bahasa Inggris namun sering berkolaborasi dengan teater. Berbicara teater, didalamnya cakupannya sangat luas, tidak hanya akting, keaktoran, kepenulisan, pentas produksi, tetapi kita akan belajar banyak hal” ungkap Dimas Eriyanto Putro, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, yang menjabat sebagai ketua baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Diponegoro.

Dimas mengatakan program kerja yang akan dilaksanakan oleh teater Diponegoro diantaranya adalah podcast tentang keteateran sekaligus memperkenalkan teater-teater kampus yang ada di Undip maupun di luar Undip. Pada masa pandemi, podcast sangat membantu bagi siapa pun yang ingin tahu mengenai dunia teater. Selain itu juga merencanakan menyelenggarakan pegelaran-pagelaran secara hybrid dengan prokes dan pembatasan yang ketat.

“Harapannya selain kegiatan secara online, kegiatan offline bisa berjalan kembali. Latihan rutin di tahun lalu benar-benar online sehingga banyak materi yang kurang didapat, semoga tahun ini latihan dan performing art bisa dilakukan secara tatap muka agar seni teater tidak kehilangan ruang-ruang pertunjukan meskipun di tengah pandemi” harapnya.

“Banyak orang sering memendam perasaan, ada sesuatu yang sulit untuk diungkapkan atau diceritakan ke orang lain, teater dapat menjadi ruang bagi kita untuk meluapkan dan mengungkapkan apapun yang merupakan ekspresi emosional yang selama ini kita pendam. Teater juga menjadi ruang berpikir, wadah kreativitas yang membentuk individu menjadi terbuka terhadap perubahan maupun kritik, mendidik individu agar tampil luwes dan mampu masuk dimensi manapun. Teater merupakan tempat bagi individu yang ingin mengekspresikan dirinya, membina kemampuan apresiasi, menggeluti kegiatan kreatif sehingga individu akan memiliki rasa percaya diri dan mandiri” lanjutnya.

“Teater Diponegoro sebagai organisasi tentu memiliki peran penting dalam membangun soft skill, sarana mendapatkan jaringan atau teman, dan mencari kesenangan untuk menyalurkan hobi. Terkadang hidup sering membuat kita penat, jika kita tidak memiliki ruang untuk melepaskan diri dari tekanan takutnya malah membuat stres. Tanpa seni rasanya kehidupan menjadi hampa, seni itu menghidupkan dan menjadi warna agar hidup tidak monoton. Kita harus menggunakan waktu dengan baik, serius dalam kuliah namun juga mengikuti kegiatan-kegiatan pendukung atau berorganisasi untuk mengembangkan potensi dalam diri. Sedangkan pendidikan jelas lagi peran pentingnya, kita membutuhkannya sebagai pegangan masa depan, pendidikan akan mendorong kita semakin berkembang, memiliki pengetahuan yang lebih luas, dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab” pungkas Dimas. (Lin-Humas)