“Mahasiswa Pecinta Alam memiliki peran dalam kehidupan, mengingat bahwa pencinta alam mempunyai misi untuk menjaga alam. Contoh kecilnya dengan melakukan penanaman pohon dimana itu sangat penting sebagai upaya menjaga kelestarian alam. Kami sebagai Mahasiswa Pecinta Alam tidak hanya bergerak di alam saja namun juga bergerak di lingkungan sosial seperti mengikuti SAR disaat terjadi bencana alam” tutur Muhammad Firhan Maftuh Ahnan, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Wapeala) Universitas Diponegoro.

“Masuk di UKM Wapeala karena saya menyukai pendakian gunung dan ingin mendapatkan ilmu yang lebih mengenai manajerial serta  ingin menambah soft skill selain gunung juga rafting dan diving dimana skill tersebut digunakan juga dalam keilmuan saya di perikanan. Sedangkan dari pengalaman-pengalamannya, Wapeala Undip dari tahun 1976 sudah mendaki gunung di dalam negeri diantaranya Gunung Lawu, Gunung Sindoro, Gunung Merbabu sementara gunung di luar negeri mendaki Gunung Kalimanjaro, Gunung Kili, Gunung Kinabalu serta Gunung Cartenz” lanjut mahasiswa prodi Manajemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ini.

Firhan menyampaikan kegiatan yang dilakukan UKM Wapeala selama pandemi yaitu kegiatan sosial di sekitar Semarang seperti membagikan sembako atau makanan saat bulan Ramadhan tahun lalu, mengadakan pelatihan alat komunikasi seperti HT yang biasa digunakan di lapangan dan akan melaksanakan kegiatan penanaman tumbuhan.

“Pendidikan dan organisasi bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan mengajarkan kita menjadi seorang yang dapat berpikir kritis serta membantu untuk memberikan solusi disaat terjadi masalah khususnya di lingkungan sekitar. Organisasi seperti UKM Wapeala menjadi ruang belajar bagi kita untuk mendapatkan softskill yang tidak didapatkan di kelas’ pungkasnya. (Lin-Humas)

Ket Foto: Diklat anggota di Waduk Diponegoro Rafting dan Roclimbing.