Program Studi (prodi) Pendidikan Dokter Spesialis Psikiatri, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) bersama dengan Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Semarang telah menggelar Webinar mengenai Medical Hypnosis pada Jum’at (14/01) pukul 14.00 WIB di platform Zoom meeting dan live streaming official channel Youtube UndipTV.

Webinar digelar dalam rangka mengenalkan lebih jauh kepada masyarakat tentang Medical Hypnosis. Webinar kali ini turut mengundang dr. Innawati Jusup, M.Kes., Sp.KJ., dan dr. Widodo Sarjana AS, MKM, Sp.KJ sebagai pembicara.

dr. Widodo Sarjana AS, MKM, Sp.KJ., mengungkapkan hipnosis adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh keadaan konsentrasi yang tinggi pada satu ide tunggal yang disugestikan oleh orang yang menghipnotis. “Pada kondisi tersebut imajinasi, kepercayaan, dan harapan lebih intens dibandingkan dengan kondisi kesadaran normal.” ungkapnya.

Sedangkan hipnoterapi merupakan teknik terapi pikiran dan penyembuhan yang menggunakan metode hipnosis untuk memberikan sugesti atau perintah positif pada pikiran bawah sadar untuk penyembuhan suatu gangguan psikologis atau untuk mengubah pikiran, perasaan, dan perilaku jadi lebih baik. Jadi hipnoterapi memberikan sugesti atau perintah yang positif, hal ini yang membedakan antara hipnoterapi dengan gendam.

“Sebenarnya hipnoterapi atau medical hypnosis termasuk dalam teknik psikoterapi yang diajarkan pada ilmu yang mengarah pada pikiran, perasaan, dan perilaku baik itu di psikologi dan di psikiatri. Akan tetapi pada saat ini ternyata mereka yang belajar hipnoterapi itu tidak hanya dari kedokteran, tidak dari psikologi, tetapi bisa semua melakukan satu tindakan hipnoterapi dan mereka mempunyai sertifikasi.” jelas dr. Widodo.

Untuk teknik psikoterapi di bagi menjadi dua, yaitu non spesifik dan spesifik. Hipnoterapi ini adalah satu satunya teknik psikoterapi yang dilakukan di alam bawah sadar, sedangkan teknik psikoterapi lainnya dipraktekkan di alam sadar.

Dalam terapi psikologi, hipnoterapi diberikan oleh seorang clinical psychologist yang terlatih. Digunakan untuk mengobati berbagai macam gangguan psikologi dan psikosomatic, dimana kesadaran itu dipindahkan ke kondisi trance, sehingga ini akan menyebabkan seseorang akan berpindah ke satu kondisi yang lebih positif.

dr. Widodo menambahkan hipnoterapi merupakan kombinasi dari hipnosis dan bantuan terapeutik. Dimana terapi mengarahkan klien ke perubahan positif saat klien sangat rileks dalam keadaan sugestibilitas tinggi yang disebut trance. “Jadi hipnoterapi ini dilakukan dalam kondisi trance”. jelas Ketua PDSKJI Cabang Semarang itu.

Secara umum, setiap orang normal rata-rata dapat dihipnosis jika ia tidak menolak atau secara sadar, kecuali jika tidak memiliki kemampuan untuk berkonsentrasi dan tidak memahami komunikasi, misalnya ada gangguan panca indera. Serta orang yang dihipnosis tidak bisa diperintah melakukan hal-hal diluar kehendaknya.

“Jadi tidak mungkin seseorang yang dihipnosis itu melakukan hal-hal diluar kehendaknya atau diluar apa yang sebenarnya menjadi nilai hidup dia. Jadi hipnosis ini menjadi satu psikoterapi yang aman.” pungkas dr. Widodo.

Sementara itu, dr. Innawati Jusup, M.Kes., Sp.KJ., menambahkan hipnoterapi dapat memperbesar rasio kesembuhan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan kesehatan jiwa dan permasalahan/gangguan tidur. “Nanti dalam menjalani suatu terapi, terapi yang ditambahkan hipnoterapi dengan 6 sesi memiliki rasio 93% terjadi pemulihan atau dalam arti sembuh.” jelas dr. Innawati. (Dhany – Humas)