Program kerja yang akan dilaksanakan oleh kelompok KKN Kelurahan Randusari Kecamatan Semarang Selatan bertema SDGs, Covid-19, serta Narkoba. Kegiatannya antara lain edukasi tentang pentingnya daerah resapan air dan cara sederhana membuat biopori, hal ini dilakukan dengan relevansi kurangnya daerah resapan di beberapa wilayah Randusari dikarenakan adanya pemukiman padat penduduk. Program ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya daerah resapan air untuk konservasi tanah dan untuk meminimalisir terjadinya banjir. Proker lainnya adalah edukasi tentang perawatan dan pemeliharaan sistem drainase, edukasi penggunaan dan manfaat aplikasi PeduliLindungi, serta edukasi tentang bahaya narkoba untuk masyarakat di lingkungan Kelurahan Randusari. Hal tersebut disampaikan Mar’ah Wardatul Baidh, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Kelurahan Randusari Kecamatan Semarang Selatan.

Warda dan tim (Muhammad Mirza Maulana, Bima, Daniel Sihombing, Akmal Wahyudi, Burhanu Fahmi, Gagas Ardiansyah, Raka Farhan Zaidan, Erick Tanjaya) melaksanakan KKN di Kelurahan Randusari Kecamatan Semarang Selatan, dimana pembagian tempat KKN sudah ditetapkan oleh pihak universitas, mahasiswa menyesuaikan dengan lokasi tempat penerjunan untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat setempat sesuai dengan proker yang akan dilakukan. Dikarenakan masih pandemi Covid-19, semua proker yang akan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan yang ketat, sehingga proker banyak dilakukan secara online agar meminimalisir pertemuan dengan banyak orang. Masyarakat pun menerima Tim KKN Undip dengan baik, ramah, dan masyarakat turut membantu ikut serta dalam proker yang dilakukan.

 “KKN saat pandemi berbeda dengan KKN pada umumnya dan dapat dilakukan secara kelompok, langsung di lapangan dan bisa secara mandiri daring. Dengan adanya KKN di tengah pandemi Covid-19 mahasiswa tetap dapat mengembangkan kompetensi dan interaksi dalam bersosialisasi di tengah masyarakat. Kegiatan KKN sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat masih bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mahasiswa tetap berperan serta dalam rangkaian kegiatan inovatif” tutur mahasiswa jurusan Teknik Sipil ini.

“Pendidikan sangat penting bagi semua orang untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi diri. Semakin tumbuh dan berkembang setiap individu akan memiliki kreativitas, pengetahuan yang lebih luas, kepribadian yang baik serta menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Selain itu pendidikan juga sangat berperan dalam memajukan negara guna menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas serta menciptakan jiwa nasionalisme. Semakin sedikit generasi yang menjalankan pendidikan maka semakin sedikit generasi yang memiliki jiwa nasionalisme” ungkap Warda. (Lin-Humas)