Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan acara Workshop Penguatan Employer Reputation Universitas Diponegoro secara daring dengan mengundang para alumni dan pimpinan di lingkungan Undip. Workshop ini bertujuan untuk memaksimalkan dan mengkoordinasikan alumni yang akan berkontribusi dalam penguatan employer reputation perangkingan QS WUR 2022. (20/1)

Sejalan dengan visi Undip sebagai universitas riset yang unggul dan universitas berkelas dunia (world class university), workshop ini menjadi cara konsolidasi alumni Undip yang tersebar di Indonesia dan penjuru dunia untuk mendukung pewujudan visi universitas sekaligus meningkatkan reputasi Undip dalam perangkingan internasional.

Workshop tersebut dihadiri oleh Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, Prof. Mohamad Nasir (mantan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang juga mantan Rektor Undip), para Dekan dan Wakil Dekan, Pimpinan Lembaga, Badan, Direktorat, dan Unit yang ada di Undip, serta alumni yang bekerja di institusi swasta maupun negeri, dan yang berprofesi sebagai professional, pengusaha atau pimpinan perusahaan. Dalam acara tersebut, narasumber workshop adalah Prof. Mohamad Nasir dan Prof. Denny Nugroho, Plt. Kepala Kantor Pemeringkatan Undip.

Acara workshop ini diawali dengan sambutan dan arahan dari Rektor Universitas Diponegoro, Prof Yos Johan Utama. Dalam sambutan, Prof Yos Johan Utama menyampaikan bahwa pengakuan internasional terhadap kualitas alumni Undip yang bisa dilihat dari hasil Pemeringkatan Employer Reputation QS WUR ini menunjukkan bahwa proses Pendidikan yang selama ini berjalan di Undip telah berada pada jalur yang benar dan harus terus-menerus ditingkatkan kualitasnya. Beliau juga menyampaikan bahwa lulusan Undip termasuk kategori yang cepat mendapat pekerjaan dengan masa tunggu lulusan yang singkat. Alumni Undip juga tersebar di seluruh Indonesia bahkan di berbagai negara dengan profesi yang beragam. Hal ini mendukung penguatan reputasi internasional Undip, terutama Employer Reputation. Lebih lanjut, Prof. Yos menjelaskan masalah utama mengenai employer reputation di Undip yaitu  saat ini banyak alumni yang tidak mengetahui perannya dalam mendongkrak indikator employer reputation. Alumni Undip ketika dihubungi atau diminta pendapat (survey) tidak tahu jika survei ini bagian dari peningkatan reputasi Undip.

Prof. Mohamad Nasir saat menyampaikan materi dengan judul Strategi Undip Menuju World Class University.

Pada materi pertama, Prof Mohamad Nasir menyampaikan materi “Strategi Undip Menuju World Class University”. Prof Nasir menyampaikan bahwa saat ini QS World University Rankings (QS WUR) telah dinobatkan menjadi salah satu pemberi ranking universitas terbaik di dunia dan diakui oleh International Ranking Expert Group (IREG). QS WUR terdiri dari 6 kriteria antara lain: Academic Reputation (dengan bobot 40%), Citations per Faculty (dengan bobot 20%), Faculty/Student Ratio (dengan bobot 20%), Employer Reputation (dengan bobot 10%), International Staff (dengan bobot 5%), dan International Students (dengan bobot 5%).

Employer Reputation sebagai salah satu indikator penilaian Quacquarelli Symonds World University Ranking (QS WUR), perlu mendapat perhatian banyak pihak baik internal Undip maupun eksternal seperti alumni dan mitra kerja sama Undip. Menurut Prof Nasir, penilaian Employer Reputation berdasarkan hasil survey kepada komunitas professional yang mengetahui kualitas dan reputasi sebuah institusi Pendidikan Tinggi seperti Undip. Oleh karena itu, para alumni Undip yang telah menjadi professional di bidang masing-masing bisa diusulkan nama-namanya untuk masuk daftar subjek survey QS WUR untuk penilaian employer reputation ini. Setelah membahas strategi-strategi yang bisa dijalankan Undip untuk menaikkan reputasi internasionalnya di QS WUR, Prof Nasir memberi saran dan masukan untuk memperbaiki berbagai hal terkait alumni, mengingat potensi kontribusi alumni cukup besar bagi pengembangan dan branding Undip.

Prof. Denny Nugroho Sugianto saat menjelaskan tentang Pemeringkatan yang diikuti oleh Universitas Diponegoro.

Sejalan dengan penjabaran Prof Nasir, narasumber kedua, Prof. Denny Nugroho Sugianto, menjelaskan lebih lanjut tentang Pemeringkatan yang diikuti oleh Universitas Diponegoro. Prof Denny menerangkan posisi peringkat Undip pada Pemeringkatan-pemeringkatan yang diikuti (seperti QS, THE, Greenmetric, Webometric, dsb.) beserta perubahan peringkat dari tahun ke tahun. Beliau juga menjabarkan perbandingan posisi Undip di antara universitas-universitas lain baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Prof Denny Nugroho Sugianto menilai bahwa saat ini penilaian employer reputation Undip masih kurang dibanding dengan perguruan tinggi negeri yang lain. Hal ini terlihat dari skor Employer Reputation Undip yang masih kecil (total, red) 17.5. oleh karena itu, beberapa upaya harus terus kita lakukan. Sebagai contoh, pada tahun 2021, setelah diadakannya workshop penguatan Employer Reputation (seperti tahun 2022 ini), Undip juga sudah dilaksanakan talkshow jejaring alumni per fakultas. Acara talkshow ini sebagai ajang silaturahmi antar alumni, juga untuk menyampaikan informasi mengenai pemeringkatan Undip yang melibatkan penilaian alumni dan penjaringan basis data alumni. Dengan usaha yang telah dilakukan, diharapkan penilaian pemeringkatan semacam QS ini akan terus meningkat.

Meski penilaian indikator pemeringkatan tersebut masih perlu ditingkatkan, Prof. Denny menambahkan bahwa saat ini capaian Undip mengalami banyak kemajuan dalam penilaian indikator lain yang sudah sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa banyak capaian yang didapat oleh Undip yang menempatkan Undip tidak lagi berada pada level menengah, tapi bisa mulai merangkak ke atas.

Setelah pemaparan kedua narasumber, masuklah sesi diskusi dan tanya-jawab yang dipandu oleh Dessy Ariyanti, Ph.D, selaku Plt. Wakil Kepala Kantor Pemeringkatan Undip. Pada sesi ini, para peserta mengajukan banyak pertanyaan, masukan, dan komentar baik secara langsung maupun melalui ruang zoomchat. Para peserta memberi komentar mengenai kondisi alumni saat ini sebagai gambaran langkah apa yang lebih tepat untuk dilakukan agar alumni dapat terlibat aktif dalam pengembangan institusi dan branding Undip. Peserta juga menanyakan tentang tata cara mengikuti survey Pemeringkatan QS. Muncul juga pertanyaan mengenai bagaimana cara penyebarluasan informasi tata cara mengisi survey QS kepada alumni lain atau kolega para alumni yang sekiranya bersedia mengisi survey QS atas nama Universitas Diponegoro. Dengan jumlah peserta workshop mencapai hampir 200 dan antusias mereka dalam tanya jawab, acara workshop dirasa berjalan cukup lancar dan interaktif. Acara workshop ini ditutup oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Ambariyanto.

Para peserta yang sedang mengikuti Workshop Penguatan Employer Reputation Universitas Diponegoro secara daring/virtual pada Jum’at (21/01) melalui platform Zoom meeting.