Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (Prodi Mikom) Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro memiliki dua konsentrasi bidang keilmuan, yakni Kajian Media, Budaya dan Masyarakat dan Kajian Komunikasi Strategis. Prodi Mikom telah terakreditasi A, berdasarkan Keputusan BAN-PT Nomor 3863/sk/BAN-PT/Akred/M/X/2017 yang berlaku mulai 17 Oktober 2017 – 17 Oktober 2022.

“Upaya yang dilakukan Prodi S2 Ilmu Komunikasi dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital dan revolusi industry 4.0 dalam sisi kurikulum kami sebagai pengelola mewajibkan dosen-dosen untuk selalu mengimplementasikan perkembangan-perkembangan ilmu komunikasi dan teknologi. Materi yang di update lebih pada materi, misalnya memberikan contoh-contoh kasus pada mahasiswa yang berkaitan dengan perkembangan terbaru” tutur Dr. Yanuar Luqman, Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FISIP Undip, sekaligus Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia.

“Tahun ini kami telah memprogramkan beberapa dosen tamu luar negeri yang bergelar doktor untuk menjadi narasumber dalam webinar-webinar dan rencananya akan membuat summer course yang merupakan target dari IKU (Indikator Kinerja Utama) internasionalisasi. Selain itu kami juga  diamanati untuk maju akreditasi internasional FIBAA sedangkan beberapa kerja sama internasional atau riset internasional sedang kami inisiasi” lanjutnya.

Dr. Yanuar menyampaikan bahwa Mikom mendapatkan beberapa mahasiswa internasional, diantaranya dari Belanda, Rusia, Libya, Suriname, Timor Leste, Bangladesh, Palestina, dan Mesir. Promosi mengenai prodi dilakukan melalui website dan media sosial serta terbantu dengan adanya program Diponegoro International Students Scholarship (DISS) yakni program beasiswa Undip yang diberikan untuk mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan studi di Undip, salah satunya untuk program master.

“Beasiswa ini menjadi daya tarik bagi mahasiswa-mahasiswa internasional yang ingin kuliah di Undip, khususnya Mikom. Mikom memang tidak mensyaratkan linieritas, berlaku baik untuk kelas internasional maupun tidak internasional, hal tersebut menjadi tantangan bagi kami” ungkapnya.

“Kami akan fokus pada akreditasi internasional sebagai dukungan penuh untuk kemajuan Undip menuju World Class University. Berbicara mengenai WCU, secara internasional merupakan salah satu bentuk pengakuan dunia atas kualitas penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dampak dari pengakuan internasional adalah peningkatan reputasi dan peran Perguruan Tinggi dalam pengembangan Iptek. Salah satu strateginya adalah memperkuat jaringan dan kemitraan di tingkat internasional dan nasional serta mendorong civitas akademika menghasilkan karya-karya ilmiah yang memiliki reputasi internasional. Selain itu fasilitas-fasilitas yang dimiliki Undip sekarang ini sudah sangat meningkat dan berkembang, termasuk misalnya fasilitas SSO sebagai bagian dari sistem akademik diharapkan memiliki dua bahasa, selain berbahasa Indonesia juga berbahasa Inggris, sehingga mempermudah mahasiswa internasional dalam mengakses registrasi untuk melakukan isian rencana studi” pungkasnya (Lin-Humas)