Universitas Diponegoro menyelenggarakan Pelatihan dan Pendidikan Dasar Calon Pegawai Undip Non ASN Angkatan I yang dilaksanakan selama 4 hari (14 s.d 17 Februari 2022). Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., membuka secara resmi acara sekaligus memberikan materi mengenai Bela Negara.

“Untuk dapat masuk atau bekerja di Undip harus berbasis pada kompetensi yang dimiliki, kompetensi merupakan kombinasi dari keterampilan, perilaku, sikap, dan pengetahuan yang ditunjukkan oleh seorang pekerja. Sedangkan otonomi Perguruan Tinggi Badan Hukum adalah kemandirian akademik, kemandirian non akademik, tidak mendapat jatah PNS baik untuk dosen ataupun tenaga kependidikan, cepat atau lambat akan dilepas bantuan keuangan dari pemerintah, pada akhirnya akan membiayai seluruh biaya operasional dan pegawai semuanya non ASN, kesejahteraan pegawai tergantung pendapatan PTN sendiri, pajak progresif, multi leadhership, serta tidak akan ada lagi jabatan struktural” tuturnya.

Dalam materinya Prof. Yos menyampaikan bahwa bela negara terkait erat dengan terjaminnya eksistensi NKRI dan terwujudnya cita-cita bangsa sebagaimana termuat dalam pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Secara konstitusional bela negara mengikat seluruh bangsa Indonesia sebagai hak dan kewajiban setiap warga negara. Nilai-nilai dasar diantaranya cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, mempunyai kemampuan awal bela negara, dan semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur.

“Setia kepada Pancasila dengan menjalankan kewajiban agama dan kepercayaan secara baik dan benar, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, meyakini Pancasila sebagai dasar negara serta menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan negara, menerapkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai musyawarah mufakat, menghormati serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, saling membantu dan tolong menolong  antar sesama sesuai nilai-nilai luhur Pancasila untuk mencapai kesejahteraan” lanjutnya.

“Aktualisasi kepemimpinan bela negara dapat dilakukan dalam bentuk-bentuk diantaranya memengaruhi dan mengarahkan kecintaan warga negara kepada NKRI, kesediaan membantu kesulitan masyarakat atau kelompok dan mengarahkan kecintaan warga negara kepada NKRI, serta menjadi teladan warga negara dalam menjaga NKRI” pungkas Rektor. (Lin-Humas)