Unit Pelaksana Teknik (UPT) Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Universitas Diponegoro (Undip) bersama dengan bagian Aset dan Logistik mengadakan simulasi pemadam kebakaran atau fire drill pada Selasa (15/02) hingga Rabu (16/02).

Latihan ini dilaksanakan di lingkungan gedung SA-MWA, tepatnya di area parkiran Undip Press. Sesi latihan ini mengajak lebih dari 80 petugas keamanan atau security pusat untuk turut berpartisipasi. Agar tetap patuh pada protokol kesehatan, sebanyak 40 petugas keamanan hadir per harinya.

Kepala UPT K3L Bina Kurniawan menjelaskan tujuan digelarnya latihan ini tak lain sebagai jaminan keselamatan untuk civitas akademika Universitas Diponegoro serta wujud dari pengamanan aset dari bahaya kebakaran. “Terkait pemeliharan alat, jadi alat kita, hydrant itu sempat bermasalah kemaren karena sudah lama tidak digunakan. Jadi perlu perbaikan,” tukas Bina Kurniawan, Kepala UPT K3L.

Bina menambahkan latihan ini berguna sebagai upaya mempertahankan keadaan operasional Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) yang efektif serta upaya preventif dari risiko kebakaran yang mengancam.

Sebagai bekal, para petugas keamanan dikenalkan dengan 3 sistem pemadaman api, yakni Alat Pemadam Api Tradisional (APAT), Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan Fire Hydrant. Kasi Penyuluhan Kus Triwandono mengungkap dalam memadamkan api pun tak boleh sembarangan. Audiens harus tahu asal-usul api dan tiga unsur api, yaitu bahan, angin, dan panas.

“Kalau kebakaran diluar, secara otomatis, kita pemadamannya harus tahu tekniknya. Tekniknya, memadamkan searah dengan menjalarnya api,” jelas Kepala Seksi Penyuluhan Kus Triwandono.

Setelah latihan perdana ini rampung, UPT K3L Universitas Diponegoro berencana akan menjadikan fire drill ini sebagai program rutin. Tak hanya bagi petugas keamanan pusat saja, melainkan untuk seluruh satuan keamanan di tiap-tiap fakultas. (Rin-tim Humas)