Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik  Universitas Diponegoro periode 5 Januari – 15 Februari 2022 membuat program kerja dengan tema ”Optimalisasi Pengolahan Kopi Menjadi Berbagai Produk di Desa Kalisidi, Dusun Mrunten Wetan Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang”. Tanaman Kopi merupakan salah satu Potensi yang ada di Desa Kalisidi. Biji kopinya diolah menjadi KOBUKA (Kopi Bubuk Kalisidi) yang merupakan salah satu produk yang diproduksi dan dihasilkan langsung dari desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Sekarang ini masih jarang Kopi diolah menjadi produk non pangan, sebagaian besar masyarakat yang menyukai aroma kopi namun ada yang tidak dapat mengkonsumsi kopi. Sebagian masyarakat Mrunten Wetan ada yang tidak dapat mengkonsumsi kopi karena faktor kesehatan dan seperti yang kita ketahui bahwa salah satu dampak Covid-19 adalah kesehatan mental dimana stress dan depresi yang berlebihan memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan kita, maka dari itu muncul ide dan inovasi untuk mengolah kopi menjadi produk non pangan yaitu Lilin Aromaterapi Kopi (Aromatherapy Candle of Coffee). Lilin Aromaterapi Kopi dapat menjadi alternative bagi pecinta aroma kopi yang mana mempunyai banyak manfaat seperti Pereda Stress karena kandungan Chlorogenic dan Kafein-nya yang membantu membuat rileks, dapat digunakan sebagai hiasan ataupun dekorasi, serta dapat menjadi sumber cahaya ketika listrik sedang padam.

“Pada KKN Tematik Undip 2022 di Desa Kalisidi, Dusun Mrunten Wetan Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kami mengadakan Expo dan Sosialisasi kepada masyarakat termasuk Remaja dan Muda/I serta anak-anak untuk memperkenalkan produk-produk buatan mahasiswa Tim KKN Undip. Salah satu produknya yaitu Lilin Aromaterapi Kopi yang merupakan bagian dari Program Kerja Monodisiplin saya” ungkap Septi Enjelina Sitio mahasiswi KKN Undip.

Septi mengatakan untuk proses pembuatannya yaitu serut lilin atau paraffin agar mudah meleleh/mencair, masukkan lilin/paraffin yang sudah diserut ke dalam kaleng, panaskan lilin yang sudah diserut sampai mencair, campurkan bubuk kopi (KOBUKA) 2-3 sdm ke dalam lilin, tambahkan essence kopi 4 tetes, aduk sampai bubuk kopi dan essence tercampur merata sediakan wadah dan sumbu lilin, tuangkan larutan lilin ke dalam wadah/gelas kaca diamkan lilin selama 1 malam agar keras sempurna.

Selain itu ia juga melaksanakan sosialisasi proses pembuatan Selai Kopi Robusta Khas Kalisidi yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat termasuk remaja dan pemuda di Dusun Mrunten Wetan.

“Bahan yang digunakan untuk membuat selai kopi adalah kopi bubuk/kopi instan, susu coklat bubuk, gula pasir, tepung terigu, mentega, air. Masukkan semua bahan air, gula pasir, susu bubuk, kopi bubuk ke dalam panci stainless kecuali tepung terigu dan mentega, aduk bahan sampai tercampur rata, kemudian masak di atas api kecil dan sambil diaduk, selanjutnya masukkan tepung terigu yang sudah dilarutkan dengan air setelah selai mulai mengental tambahkan mentega dan aduk sampai selai mengental sempurna selai kopi siap dihidangkan dan dikonsumsi’ terangnya.

Yuni Mardianto selaku kepala Dusun Mrunten Wetan, Desa Kalisidi sangat mendukung ide dan inovasi pengolahan dan pemanfaatan Kopi Bubuk khas Kalisidi ini, menurut beliau Lilin Aromaterapi Kopi ini harus dikembangkan agar masyarakat Mrunten Wetan mendapatkan hasil yang bermanfaat serta memiliki Value yang bisa dikembangkan khususnya oleh pemuda dan remaja Mrunten Wetan agar menjadi suatu ide untuk memulai berwirausaha maupun berkarya. (Septi-Mahasiswi KKN Ungaran Barat)