Program Pendidikan Dokter Spesialis atau yang biasa disingkat PPDS adalah tahapan lanjut pendidikan seorang dokter untuk menjadi spesialis. Diterima menjadi mahasiswa PPDS tentunya memberikan kebahagiaan dan kebanggaan yang luar biasa.

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) bersama dengan Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) telah menggelar Webinar Series ke-4 pada Minggu (27/02) pukul 19.00 WIB di platform Zoom meeting dan live streaming IGTV Kardiologi Undip.

Webinar kali ini bertujuan untuk mengenal lebih dalam mengenai Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah FK UNDIP serta mengupas perjalanan seorang mahasiswa PPDS. Webinar yang bertajuk Cardiovascular Educational Series: Episode 4 ini mengundang dr. Sefri Noventi S, Sp.JP, MSi.Med, FIHA, FAsCC., sebagai narasumber.

Program Studi (Prodi) Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip merupakan salah satu dari 13 Pusat Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang ada di Indonesia. 13 Pusat Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah itu antara lain ialah Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret, Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Andalas, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Syiah Kuala.

Saat ini Prodi Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip telah terakreditasi A oleh LAM-PTKes dengan No.0369/LAM-PTKes/Akr/Spe/VI/2018. “Dari total 13 itu, Undip ini salah satunya. Dan Prodi Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip ini telah sukses meraih predikat akreditasi A dari LAM-PTKes. Ini tahun 2018 kemarin dengan nilai sangat baik atau excellent.” ungkap dr. Sefri Noventi S, Sp.JP., MSi.Med., FIHA., FAsCC.

Asal mula Prodi ini ialah pada saat terbentuknya unit Penyakit Jantung di RSUP dr. Kariadi pada tahun 1984. Unit ini memiliki fasilitas-fasilitas perawatan, diagnostik, dan penatalaksanaan jantung yang cukup lengkap, sehingga terbentuk gagasan pembentukan Prodi Jantung yang diprakarsai oleh Prof. Boedi Darmojo, Sp.PD.; dr. Anityo Mochtar, Sp.PD., Sp.JP.; dr. Prijanto Poerjoto, Sp.PD., Sp.JP.; dr. Sutikno Tanuwidjaja, Sp.PD., Sp.JP.; Prof. dr. Sugiri, Sp.PD., Sp.JP.; dan dr. M. Sungkar Sp.PD., Sp.JP.

Kemudian pada tanggal 8 Oktober 2002 melalui Surat Keputusan (SK) Dekan FK Undip No.62/J07.1.17/AK/2002 ditetapkan pembentukan Bagian Kardiologi FK Undip. Lalu pada tahun 2010, Prodi Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip resmi secara mandiri menyelenggarakan Pendidikan Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (Sp.1) dan saat ini Ketua Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip dijabat oleh dr. Pipin Ardhianto, SpJP(K), FIHA.

Sesuai dengan SK Dekan FK Undip No.76/UN7.5.4/HK/2022, menjelaskan Visi Prodi Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip ialah Tahun 2024 menjadi pusat pendidikan profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah berbasis riset yang unggul di bidang penyakit jantung koroner.

Staf pengajar dan peserta didik di Prodi Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip juga memiliki prestasi yang sangat membanggakan. “Dan ternyata tidak hanya di bidang akademik, di bidang non akademik pun para PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) ini mempunya prestasi yang membanggakan. Jadi tidak hanya di bidang akademik, tapi di bidang seni, di bidang agama, di bidang kreatifitas ini para PPDS kami juga berprestasi.” jelas dr. Sefri yang juga selaku Gugus Penjamin Mutu Prodi.

Lebih lanjut dr. Sefri menambahkan Prodi Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip dilengkapi dengan fasilitas dan sarana prasarana pemeriksaan jantung yang cukup lengkap. Fasilitas ini meliputi Echocardiography, Cathlab, CVCU, Bedah Jantung, EP-Lab, TMT, Holter, Doppler Vascular, Nuclear CT, dan MRI. “Alhamdulillah Prodi Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip ini dengan menginduk di RSUP dr. Kariadi dan Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) difasilitasi dengan sarana dan prasarana pemeriksaan jantung yang cukup lengkap bahkan dengan spesifikasi yang bagus sekali dan terkini. Jadi untuk pendidikannya juga sudah difasilitasi oleh sarana prasarana yang tentunya menunjang untuk keberhasilan dari pendidikan yang nantinya menjadi calon Dokter Spesialis Jantung.” tambahnya.

Prodi Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip secara rutin menggelar kegiatan ilmiah dalam bidang pendidikan dan penelitian seperti mengadakan kuliah tamu dengan bekerja sama dengan narasumber dari dalam dan luar negeri. Selain aktif di bidang pendidikan dan penelitian, Prodi Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip juga aktif dalam bidang pengabdian masyarakat.

“Kami cukup aktif di bidang pengabdian masyarakat, baik staf maupun para peserta didik. Kita bagi-bagi souvenir dan merchandise kepada para pasien jantung, kemudian melakukan pelatihan-pelatihan dengan bekerja sama dengan instansi-instansi lain. Serta aktif melakukan penyuluhan secara online melalui radio dan webinar melalui platform Zoom meeting atau Youtube.” jelas dr. Sefri.

Selain pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, Prodi Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang mewadahi minat dan bakat peserta didik. “Kita juga ada ekstrakurikuler untuk PPDS, contohnya ada futsal, mini soccer, badminton, english club, dan dance. Selanjutnya ada kegiatan ekstrakurikuler lainnya, seperti kegiatan keagamaan. Kita ada Pengajian, Bukber dan Tarling. Untuk pengajian kita masih rutin setiap bulannya tetapi secara virtual karena sedang masa pandemi. Jadi pada prinsipnya memang kita akan selalu fasilitasi minat dan bakat para PPDS dengan menyediakan sarana dan prasarana.” lanjutnya.

Daya tampung PPDS Ilmu Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip tahun 2022 adalah sebanyak 8 orang. Sedangkan untuk alur pendaftaran PPDS Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip dapat mengunjungi laman pmb.undip.ac.id untuk mengetahui informasi lebih lanjut. Kemudian ada beberapa persyaratan khusus untuk Prodi Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip, yakni:

  1. Sertifikat Kursus ACLS PERKI yang masih berlaku
  2. Sertifikat Kursus EKG PERKI
  3. Sertifikat Kursus TOEFL UNDIP dengan skor minimal 500
  4. Sudah punya pengalaman kerja di Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik minimal 1 tahun (diluar Internship)
  5. Test Psikologi kategori I, II, dan III
  6. Test Psikiatri minimal Sedang
  7. Peserta belum pernah mengikuti Ujian Mandiri PPDS Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip >= 2 kali
  8. Memiliki rencana penempatan kerja setelah lulus (dibuktikan dengan dokumen yang valid)

“Dari peta kurikulum, total masa didik PPDS Ilmu Jantung dan Pembuluh Darah itu 4 tahun lulus. Kalau lancar semua cukup 4 tahun saja bisa menyandang predikat sebagai Dokter Jantung dan Pembuluh Darah, tentunya setelah melalui tahap-tahapan lainnya.” jelas dr. Sefri.

dr. Sefri menambahkan berdasarkan survei yang telah dilakukan kepada para Alumni PPDS Ilmu Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip, menunjukkan bahwa masa tunggu lulusan hingga mendapat pekerjaan sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah selama kurang lebih 3 bulan sebanyak 100 persen.

Kemudian survei untuk kategori pekerjaan cukup memuaskan sebanyak 92.9 persen. Sedangkan untuk kategori kurikulum yang diambil saat menjalani pendidikan di PPDS Ilmu penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip relevan dengan pekerjaan saat ini adalah sebanyak 100 persen. Alumni PPDS Ilmu Jantung dan Pembuluh Darah FK Undip saat ini tercatat sebanyak 63 orang dan sudah tersebar ke seluruh wilayah Indonesia.

“Untuk saat ini, kebutuhan Dokter Spesialis Jantung memang masih cukup banyak mengingat penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit yang prevalensinya cukup tinggi.” pungkas dr. Sefri. (Dhany – Humas)