Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-62 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) sukses menggelar Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah mengusung tema Strategi Penguatan UMKM dan Koperasi di Masa Pandemi sebagai Tulang Punggung Ekonomi Jawa Tengah, Senin (14/03) pukul 09.00 WIB. Acara dilaksanakan secara luring di Hall Gedung Kewirausahaan FEB kampus Undip Tembalang dan secara daring melalui platform Zoom meeting.

Acara dihadiri oleh Rektor Undip, para Wakil Rektor, Ketua Senat Akademik Undip, Ketua Majelis Wali Amanat, Dekan FEB, Ketua Senat Akademik FEB, Para Wakil Dekan Ketua Departemen Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi di lingkungan FEB, Para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Undip. Turut dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen, para Pimpinan Bank Mitra FEB Undip, Ketua IKAFE Undip, dan para Alumni FEB Undip.

Dalam sambutannya, Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., menyampaikan ucapan selamat kepada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip atas Dies Natalis ke-62. “Saya mengucapkan selamat dan mari kita bersatu untuk meningkatkan kualitas dari FEB Undip. Insyaallah hal itu akan berdampak pula kepada peningkatan kesejahteraan.” ucapnya.

Prof. Yos mengungkapkan FEB Undip telah banyak menghasilkan alumni-alumni hebat yang bermanfaat bagi masyarakat dan telah diakui secara internasional. “FEB Undip dari awal tahun 60-an sampai sekarang telah menghasilkan banyak orang-orang yang sangat bermanfaat bagi warga Indonesia bahkan umat manusia di dunia. FEB Undip telah menghasilkan banyak ragam ilmu pengetahuan yang terbarukan. Prestasi tersebut telah  diakui oleh dunia, terbukti FEB Undip dengan prodi-prodinya telah terakreditasi secara internasional oleh FIBAA, dan saya yakin akan terus meningkat.” jelasnya.

Lebih lanjut Prof. Yos berpesan agar tetap mengedepankan integritas dalam menghadapi setiap tantangan. “Kita utamakan integritas setiap menghadapi hal-hal demikian. Ini akan mengatur atau mengarahkan niat kita. Integritas yang akan mengatur kita, mengatur hak dan kewenangan kita, mengatur juga tujuan-tujuan kita dan cara-cara bagaimana tujuan-tujuan itu akan tercapai.” pungkas Prof. Yos.

“Doa terbaik dari saya untuk FEB Undip serta kepada civitas akademika FEB Undip yaitu bahwa kedepan FEB Undip akan menjadi cahaya terang di kalangan bidang keilmuan ekonomi dan bisnis, tidak hanya di tingkat nasional maupun regional tetapi juga di tingkat internasional. Serta mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang bisa menjadi uswatun hasanah, teladan dalam setiap kegiatan yang mempunyai integritas yang tinggi.” sambung Prof. Yos.

Sementara dalam paparannya Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen menyampaikan Strategi Penguatan UMKM dan Koperasi di Masa Pandemi sebagai Tulang Punggung Ekonomi Jawa Tengah. “UMKM itu menjadi salah satu yang terbesar penopang pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19.” jelas Taj Yasin.

Data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada tahun 2021 mencatat bahwa jumlah sektor bisnis mencapai 64,19 juta dengan partisipasi terhadap PDB sebesar 61,97%, itu senilai 8,6 triliun kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia. UMKM ini bisa tumbuh menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada dan juga dapat menghimpun 60,4% dari total investasi.

“Sementara di Jawa Tengah sendiri pada triwulan ke-4 tahun 2021 terdapat 173.431 UMKM dengan rincian penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.331.015 orang yang mana kita ketahui ketika pandemi Covid-19 banyak orang mendapatkan PHK, tetapi di UMKM ada pertumbuhan penyerap tenaga.” ucap Taj Yasin.

Menurut Taj Yasin, dengan adanya mahasiswa-mahasiswa yang saat itu masih melakukan pembelajaran secara daring di daerahnya masing-masing menjadi salah satu pendorong bangkitnya ekonomi di daerah. “Dengan adanya mahasiswa khususnya mahasiswa yang memiliki kejuruan ekonomi tentu memiliki pandangan berbeda sehingga akhirnya banyak pelatihan-pelatihan yang diinisiasi oleh para mahasiswa, saya yakin disitu juga banyak mahasiswa Undip jurusan ekonomi melatih masyarakat. Bagaimana mendorong ini seharusnya dikelola seperti ini, harusnya dikemas seperti ini, dan akhirnya tentu memiliki pangsa pasar yang tersendiri.” jelasnya.

Dengan dasar ini pemerintah selanjutnya mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mendukung pertumbuhan kembali UMKM, di antaranya kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), memberikan hibah bagi pengusaha pemula, menambah dana LPDB Koperasi dan UMKM, pinjaman murah bagi UMKM melalui kredit KUR. “Tidak hanya itu kita juga menyiapkan UMKM dapat bersaing di pasar domestik bahkan sampai ke pasar internasional dan ini tantangan kita.” terang Taj Yasin.

Selama masa pandemi Covid-19, Taj Yasin mengajak masyarakat untuk mengubah mindset dalam memandang pandemi sebagai musibah, namun menjadikannya sebagai hikmah bagi masyarakat. Pelaku UMKM home industri saat ini bisa bersaing dengan industri-industri besar dengan memanfaatkan pasar internasional.

Peningkatan SDM juga telah dilakukan melalui berbagai macam pelatihan dan bimbingan teknik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para pelaku UMKM terkait dengan branding produk, membuat desain produk, dan mempromosikan produk dengan storytelling yang baik.

“Kami juga melakukan pemasaran secara virtual melalui UKM Virtual Expo atau biasa kita sebut dengan UVO. Kami juga bekerjasama dengan beberapa e-commerce. Promosi melalui start up Gojek kami bisa meraup omset 2,5 milyar, selain itu juga UVO bisa meraup 4,8 milyar. Artinya para pelaku UMKM ini khususnya di Jawa Tengah sebenarnya sudah siap tinggal kita dampingi saja. Kita juga punya marketplace yang kita namakan Sadewa Market, kita juga membangun untuk produk-produk unggulan UMKM Jawa Tengah.” jelas Taj Yasin.

Selain UMKM, Koperasi juga menjadi salah satu penggerak pembangunan bangsa. Di Indonesia, Koperasi sudah menjadi institusi penting dan memiliki sejarah panjang. Para pendiri bangsa memiliki keyakinan kuat bahwa perekonomian Indonesia akan maju jika disusun sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan. Hal itu membuat Koperasi tidak dapat dipungkiri lagi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan pembangunan bangsa untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Di Jawa Tengah per tahun 2021 jumlah Koperasi mencapai 20.777 Koperasi yang terdiri dari 10.770 Koperasi tidak aktif dan 10.000 Koperasi aktif dengan nilai omset sebesar 54 triliun dan omset 47,3 triliun dengan jumlah anggota 7.999.000 sekian. Artinya Koperasi juga perlu kita dorong.” ungkap Taj Yasin.

Secara makro, Koperasi dapat memberikan kontribusi peningkatan PDB, menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, menjaga stabilitas harga, dan menjaga inflasi yang pada akhirnya dapat membantu mengurangi angka kemiskinan.

Lebih lanjut, Taj Yasin berpesan kepada para mahasiswa untuk selalu berpikir kreatif dan inovatif supaya mampu membuka peluang usahanya sendiri. “Kami butuh anak-anak muda bukan hanya anak-anak muda yang belajar di fakultas saja untuk menyalurkan ilmunya, tetapi anak-anak muda yang memiliki inovasi, memiliki keterampilan. Saya berharap di FEB Undip ini membekali mahasiswa-mahasiswa kita untuk bagaimana kreatif dan inovatif sehingga dapat membuka peluang usaha.” pungkas Taj Yasin.