Sebagai aksi nyata peduli lingkungan sejumlah alumni FPIK Universitas Diponegoro yang telah memasuki masa pensiun dan tergabung dalam Gruper (Wredatama Alumni Perikanan Undip) menginisiasi kegiatan penebaran benih ikan. Secara simbolis penebaran benih ikan karper, tawes, nilem dan grasscap dilakukan oleh Wakil Rektor Undip Bidang Inovasi dan Kerjasama, Dekan FPIK, anggota Gruper, tokoh masyarakat peduli lingkungan dan perwakilan mahasiswa FPIK, Selasa pagi (21/03/2022) di perairan sungai kawasan jogging track kampus Undip, Tembalang, Semarang.

Dipilihnya ikan jenis air tawar tersebut karena lingkungan tempat mereka hidup adalah di jaringan sungai dan anak-anak sungai. Mereka menyukai air yang diam menggenang dan migrasi ikan-ikan jenis ini tidak terlampau jauh, sehingga sangat cocok untuk tujuan menjaga ekosistem perairan di lingkungan Universitas Diponegoro.

“Penebaran benih ikan ini kita tidak hanya sekedar memelihara ikan, tetapi kita juga ikut memberikan andil untuk mengatur ekosistem perairan di sekitar kita. Kita juga melakukan monitoring kualitas air, sehingga kita tahu tingkat kesehatan lingkungan sekitar“, jelas Ir. Widodo Farid Ma’ruf, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Gruper disela-sela penyampaian laporan kegiatan.

Demikian pula Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kerjasama, Prof. Ir. Ambariyanto menyampaikan pesan kepada hadirin untuk berbuat baik terhadap lingkungan mengingat lingkungan telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia.

“Jika kita berbuat baik kepada lingkungan, maka lingkungan juga akan baik kepada kita. Hutang kita pada alam jika dihitung-hitung sungguh luar biasa banyak. Bahkan mungkin kita tidak bisa membayar hutang kita terhadap alam yang telah memberi banyak manfaat pada kehidupan kita. Permintaan alam pada kita sederhana saja, kita diminta jangan merusaknya”, jelas Prof. Ambar.

Kegiatan penebaran benih ikan merupakan bagian dari membangun suatu sistem di kampus Undip agar dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar, sekaligus sebagai upaya berperan aktif menjaga lingkungan. [Ninok Hariyani]