Site icon Universitas Diponegoro

Departemen HI FISIP UNDIP Bekali Generasi Milenial Menyambut Peluang Bisnis Internasional

Baru saja Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro gelar kuliah tamu dengan tema Peluang Milenial dalam Bisnis Internasional dan Meningkatkan Perekonomian Bangsa dengan narasumber Muhammad Dhafi Iskandar, Ph.D. (Co-Founder & CEO PT. Akselerasi Inovasi Bangsa/StepNesia), Rabu (23/3). Kuliah ini sangat bermanfaat guna membekali generasi milenial untuk mengenal E-Commerce dan mengamati peluang bisnis internasional.

Dalam materi yang disampaikannya E-Commerce akan terkait dengan generasi milenial. Sebutan generasi milenial adalah generasi yang lahir pada tahun 1980-1995 yaitu di saat teknologi sedang berkembang pesat. Mayoritas umur penanggungjawab atau pemilik usaha E-Commerce berada dalam rentang 35-44 tahun (33,07%) dan 25-34 tahun (24,79%).

Passion akan menjadi kekuatan para pengusaha muda. Kalangan muda cenderung antusias pada sesuatu yang sangat disukai atau dipahami dengan baik. Mereka akan sangat eksploratif dalam menjalankan hal yang sangat digemari, termasuk mau belajar untuk mengembangkan diri mendorong menemukan arah passion” tuturnya.

Lebih lanjut Dhafi mengatakan merancang Business Plan sangat penting yakni dengan memastikan  bisnis yang akan dibuat terencana secara baik dan detail. Mulai dari riset pasar, deskripsi produk, marketing plan, hingga rencana pengembangan usaha milenial. Riset perlu dilakukan untuk mengetahui target pasar dan kompetitor bisnis kemudian menyesuaikan produk dari input sampai output supaya sesuai dengan target pasar.

“Mempelajari target pasar adalah dengan mempelajari karakter, kebudayaan, termasuk pendidikan penduduk negara yang akan dituju merupakan hal penting yang harus dilakukan agar dapat memetakan pasar serta potensi yang bisa dimaksimalkan. Selanjutnya memastikan bahwa produk yang akan dijual ke negara tersebut apakah diminati dari sisi karakter, budaya dan pendidikan negara tersebut. Terkadang memodifikasi produk juga diperlukan agar diterima pasar. Agar bisnis dapat dikenali perlu adanya branding. Branding adalah sebuah usaha untuk menciptakan brand” terangnya.

“Mengembangkan usaha secara go online bertujuan menjangkau target pasar yang lebih luas, biaya hemat, memungkinkan adanya interaksi dengan audiens dan perlu juga memanfaatkan strategi marketing yang tepat, misalnya SEO dan google Ads. Selanjutnya evaluasi menjadi tahap penting untuk dilakukan agar kita tahu seberapa jauh perjalanan bisnis yang sudah kita jalani” pungkas Dhafi. (Lin-Humas)

 

Share this :
Exit mobile version