“Universitas Diponegoro berkomitmen untuk menerapkan Kampus Sehat yang merupakan program nasional dari Kementerian Kesehatan dimana Undip terpilih menjadi percontohan tingkat nasional dalam penerapan Kampus Sehat. Tim Kampus Sehat Undip juga telah mengikuti pelatihan bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Rowosari. Adapun Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular atau POSBINDU PTM ini merupakan salah satu  program Kampus Sehat Undip, Rektor pun sangat mendukung program ini. Pemeriksaannya meliputi tensi, gula darah, lingkar perut, tingi badan, dan berat badan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh dan itu adalah screening awal kondisi kesehatan karyawan Undip” tutur Bina Kurniawan, S.KM., M.Kes. selaku Ketua Tim Kampus Sehat Undip dalam acara POSBINDU PTM Undip di Kantor UPT Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (24/3).

Lebih lanjut ia mengatakan dengan POSBINDU ini dapat melihat gambaran kondisi kesehatan karyawan Undip, dimana hasilnya nanti akan direkap dan dibuat grafik, misalkan pada bulan ini banyak karyawan yang terindikasi gula darah tinggi, hal tersebut menjadi warning dan mesti dianalisis serta dikonsultasikan pada dokter. Tujuan screening selain untuk  tes deteksi dini adalah untuk memonitor atau memantau faktor risiko PTM. Kegiatan Kampus Sehat Undip juga akan dilaporkan ke Kemenkes untuk kemudian Kemenkes akan melihat perkembangan program percontohan Kampus Sehat.

“Kami menggandeng Dinas Kesehatan, Puskesmas, UKM KSR FKM dan KSR Undip untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan ini. Pemeriksaan dimaksudkan untuk melihat kondisi awal karyawan Undip. Harapannya kedepan, disamping bekerjasama dengan Puskesmas Rowosari, kami dapat bekerjasama dengan RSND atau Klinik Pratama sebagai tindak lanjut seadainya ditemukan karyawan itu dalam kondisi screening awal ada yang tinggi misalnya gula darah atau tensinya. Kalau ditemukan tidak normal akan kami sarankan untuk dirujuk ke pelayanan rumah sakit langganannya atau BPJS” lanjutnya.

“Guna mendukung program Kampus Sehat diharapkan para karyawan untuk mengikuti screening kesehatan agar tahu kondisi kesehatan atau mendeteksi di awal potensi gangguan kesehatan atau penyakit tertentu pada seseorang” pesannya. (Lin-Humas)