Sebagai upaya peningkatan nilai tambah hasil invensi agar bernilai komersial dan dalam rangka menumbuhkan Pra Start Up, Start Up dan Scale Up di Universitas Diponegoro (UNDIP), Direktorat Inovasi dan Kerja Sama Industri bersama dengan Biro Inovasi dan Kerja Sama menyelenggarakan Webinar dengan tema “From Laboratory To Market : How University Turn Research Into Start Up”, yang diikuti oleh lebih dari 160 peserta dari kalangan dosen/peneliti maupun inventor dari semua fakultas di lingkungan Universitas Diponegoro. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Maret 2022 melalui media Zoom dan disiarkan secara langsung melalui chanel youtube.

Wakil Rektor Riset, Inovasi dan Kerja Sama Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc. dalam opening speech menyampaikan bahwa upaya untuk meningkatkan jumlah usulan Paten dan Paten Sederhana telah dilakukan dan telah terjadi peningkatan walaupun perguruan tinggi yang lain juga mengalami peningkatan. Permasalahan selanjutnya adalah banyaknya ide-ide inovasi yang belum dapat dikomersialisasikan atau dipasarkan. Hal tersebut dikarenakan tidak banyak peneliti yang memahami bagaimana menghilirkan atau memasarkan hasil inovasi, tercermin dari sedikitnya hasil-hasil penelitian yang di start-up kan. Hal ini yang mendasari penyelenggaraan acara webinar yang diprakarsai oleh Direktorat Inovasi dan Kerja Sama Industri bersama dengan Biro Inovasi dan Kerja Sama pada hari ini.

drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D.

Sementara drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D., menyampaikan bahwa tujuan webinar pada hari ini adalah untuk mendorong semangat hilirisasi hasil riset dan memanfaatkan program dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Program tersebut berupa pendanaan perusahaan pemula berbasis riset yang dikenal dengan nama Start-Up Inovasi Indonesia (SII).

Hadir pada acara tersebut Dr. Ferry Rahmadhan, S.T., M.Si., selaku Koordinator fungsi inkubasi pada PPBT-BRIN dalam paparannya menyampaikan tentang Program Fasilitasi Pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset BRIN, yang merupakan program pembiayaan untuk perusahaan start up/rintisan berbasis hasil riset BRIN agar siap untuk menjadi perusahaan pemula yang mendatangkan keuntungan (profitable) dan berkelanjutan (suistanable). Keuntungan yang dimaksud adalah, pengusul yang terpilih akan memperoleh mentoring dengan waktu paling lama 6 (enam) bulan, dan memperoleh pendanaan selama 2 (dua) tahun sampai dengan Rp. 300.000.000,- / tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) tahun.

Pendanaan PPBR memiliki tujuan mendorong komersialisasi hasil inovasi hasil riset BRIN, mewujudkan komersialisasi inovasi berbasis riset yang dihasilkan dari hasil riset BRIN atau masyarakat umum dengan menggandeng periset BRIN, serta menumbuhkembangkan perusahaan pemula berbasis riset Indonesia. Persyaratan pengusul untuk gelombang 1 adalah startup yang mengembangkan hasil riset dari pusat riset di lingkungan BRIN. Untuk gelombang II, III, dan IV syaratnya adalah startup yang mengembangkan hasil riset di masyarakat dengan menggandeng periset BRIN. Saat ini yang masih terbuka gelombang III dan IV.

Dr. Rifky Ismail, S.T., M.T., saat menyampaikan materinya

Pemateri kedua, Dr. Rifky Ismail, S.T., M.T.,  sebagai Ketua Program Studi S1 Teknik Mesin Fakultas Teknik Undip dan Inovator Fakultas Teknik Undip menyampaikan tentang awal pendirian CBIOM3S pada tahun 2015 dari jurusan teknik mesin yang meliputi pusat penelitian Biomekanik, Biomaterial, Biomekatronik dan Biosignal Processing. Kemudian di tahun 2016 mengembangkan jaringan lintas departemen dan lintas fakultas serta dengan dokter dan orang pribadi. Pada tahun 2017 mengembangkan produk unggulan CBIOM3S yaitu Tangan Tiruan, Alat Pendeteksi Parkinson, dan lain sebagainya serta uji coba dan penyempurnaan produk. Tahun 2018 pendirian spin off company, upaya komersialisasi produk riset serta menyiapkan workshop proses manufaktur. Pada tahun 2019 menjadi pusat unggulan IPTEK.

Demikian acara ini berlangsung dengan baik dan lancar, semua pertanyaan baik secara zoom maupun melalui chat telah dijawab oleh para narasumber. Segenap panitia berharap materi yang disampaikan oleh para narasumber dapat bermanfaat bagi seluruh peserta webinar. (Admin-RM)