“Jauh sebelum menjadi mahasiswa, saya memang sangat senang melakukan kegiatan yang turun langsung ke masyarakat dan membuktikan secara nyata bentuk kepedulian kepada lingkungan sekitar yang membutuhkan. Ketika tahu bahwa di Universitas Diponegoro terdapat UKM Peduli Sosial, saya tidak langsung memutuskan untuk bergabung karena mempertimbangkan kesibukan kuliah. Namun, saya kembali berpikir bahwa keinginan saya untuk menyusun dan melakukan program sosial belum luntur, juga kebutuhan untuk mencari relasi serta pengalaman dalam berorganisasi sangat tinggi. Setelah saya masuk menjadi anggota, saya menyadari bahwa di UKM Peduli Sosial ini tidak hanya melatih kepedulian dan sikap altruisme, tetapi juga melatih keterampilan berorganisasi, seperti melakukan kerja sama dalam tim dan menerapkan sikap yang profesional” ungkap Rana Umairah, Ketua Unit Kegiatan mahasiswa (UKM) Peduli Sosial Universitas Diponegoro.

Ia mengatakan kegiatan dan program yang dilaksanakan oleh UKM Peduli Sosial berkaitan dengan pengabdian kepada lingkungan dan masyarakat dan sempat melewati masa yang tidak mudah pada awal pandemi karena seluruh kegiatan dialihkan menjadi daring, padahal sebelumnya seluruh kegiatan luring dan turun langsung ke lingkungan sekitar. Namun, seiring berjalannya waktu, UKM Peduli Sosial dapat melakukan adaptasi dengan memindahkan kegiatan yang luring menjadi daring.

“Kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan secara daring ini seperti pelatihan, webinar, dan campaign. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan media sosial UKM Peduli Sosial. Selain itu, beberapa kegiatan kami juga bekerja sama dengan komunitas luar guna menyebarluaskan manfaat yang kami tuju. Jadi, kami memanfaatkan media sosial dan menjalin kerja sama dengan komunitas luar agar tujuan pengabdian kami tetap terealisasikan.

Semenjak pandemi membaik, kami perlahan mencoba membuat sistem hybrid untuk beberapa kegiatan UKM Peduli Sosial. Hal tersebut bertujuan agar anggota UKM Peduli Sosial memiliki pengalaman akan bergabung dengan masyarakat dan masyarakat bisa dapat merasakan peran UKM Peduli Sosial secara langsung” tutur  mahasiswi jurusan Psikologi ini.

“Peduli sosial memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Terlebih, manusia sebagai makhluk sosial, tentu saling membutuhkan satu sama lain. Sementara, untuk membantu orang lain, kepedulian itu perlu tumbuh terlebih dahulu dalam diri kita. Ketika kita membantu orang lain, akan timbul perasaan bermanfaat dalam diri yang mengarahkan kita ke perasaan senang dan puas akan hidup. Sama pentingnya dengan pendidikan dan organisasi yang justru menjadi bekal kita dalam menjalani hidup” lanjutnya.

“Banyak sekali hal-hal yang kita dapatkan dari pendidikan dan organisasi untuk diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Pendidikan membuat kita mengetahui apa yang menjadi tujuan hidup ini dan masa depan. Organisasi juga menjadi wadah untuk mendapatkan skill, seperti public speaking dan manajemen waktu, serta melatih resiliensi diri. Jangan ragu untuk mengejar pendidikan dan ikut dalam organisasi karena merupakan salah satu langkah kita untuk menyiapkan masa depan” pungkas Rana. (Lin-Humas)