Semarang (18/5) – Menjalankan misinya sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan unggul dan kompetitif di tingkat nasional dan internasional, Universitas Diponegoro (Undip) aktif menjalin kerjasama dengan berbagai badan pemerintahan dan institusi. Menindaklanjuti hasil virtual meeting pada November 2021, Undip menyambut kunjungan delegasi dari Solent University, Inggris dalam rangka diskusi kerjasama akademik meliputi joint curriculum (Maritime, Maritime-related Studies in Architecture, Construction, Engineering, Boat Design&Production, Computing and Health Studies) dan parallel degrees melalui skema 2+2 dan 3+1 partnerships. Kunjungan kerjasama yang dilaksanakan pada Rabu, 18 Mei 2022 di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya Undip ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc.yang menjabat sebagai Wakil Rektor Riset dan Inovasi Universitas Diponegoro, dan Emma Heathcote, Director of International, Solent University.

Prof. Ambariyanto menyampaikan bahwa Undip memiliki beberapa program yang dapat dikembangkan melalui kerjasama dengan universitas luar negeri, seperti kelas IUP (International Undergraduate Program) dan Visiting Lecturer Program. “Terdapat beberapa program studi di Undip yang memiliki kurikulum yang sama dengan program studi di Solent University. Diharapkan dari pertemuan ini dapat mengawali langkah kerjasama antara universitas di Semarang (Indonesia) dan Southampton (Inggris), di jenjang S1 maupun S2,” tutur Wakil Rektor IV Undip.

Kerjasama yang tengah direncanakan ini bertujuan untuk membentuk lulusan dengan keahlian unggul di bidangnya, memiliki jiwa entrepreneurship, mandiri, dan bersifat kompetitif dibekali dengan pengalaman nyata yang nantinya akan memberikan dampak positif terhadap dirinya, almamater, serta dunia industri di mana mereka bekerja.

Emma menjelaskan mengenai sistem kerjasama Solent University dengan universitas mitra, di mana kolaborasi diawali dengan berbagi informasi mengenai kurikulum studi program masing-masing kemudian pihak akademik melakukan pengecekan dan memastikan bahwa ruang lingkup studi telah sesuai. “Setiap institusi pendidikan layak dikenal atas kualitas pendidikannya yang baik, dan saya pikir sistem pendidikan di UK adalah contoh yang tepat. Kolaborasi sangat penting bagi kami dan kami senang untuk bekerjasama dengan Undip. Kita bisa menyelenggarakan joint lectures, joint publication, maupun research project,” kata Emma.

Lebih lanjut, Emma mengatakan bahwa studi kemaritiman merupakan salah satu program studi unggul yang berpusat di Warsash Maritime School at Solent University. Kegiatan belajar mengajar, pelatihan, konsultasi serta riset berfokus pada ilmu kelautan serta industri minyak lepas pantai. Bidang studi tersebut memiliki kurikulum yang hampir sama dengan program studi Teknik Perkapalan dan Ilmu Kelautan Undip, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa kedua program studi tersebut akan ikut andil dalam kerjasama antara Undip dan Solent University.

Dalam sesi diskusi, Ketua Departemen Teknik Sipil FT Undip, Jati Utomo Dwi Hatmoko, S.T., M.M., M.Sc., Ph.D. menyebutkan bahwa Undip telah menjalankan parallel degrees program dengan universitas mitra, di mana nantinya ketika lulus mahasiswa dapat memiliki gelar dari dua universitas sekaligus. “Yang sudah kita jalankan programnya yaitu dengan salah satu universitas di Thailand. Program studi kita sangat prospektif dan terbuka untuk kolaborasi dengan pihak luar,” ungkapnya.

Mengenai final project serta Intellectual Property, perlu adanya kajian dan diskusi lebih lanjut antara kedua pihak. “Nanti kita akan bahas lebih lanjut, pastinya kolaborasi akan sangat menarik dan dosen-dosen kami pun sangat welcome dengan rancangan program kerjasama ini,” tutur Prof. Ambar. (Titis – Public Relations)