Semarang (19/5) – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia telah mengumumkan daftar mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang lolos seleksi IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) 2022. Mahasiswa penerima program beasiswa internasional tersebut mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi selama satu semester (4-6 bulan) di universitas mitra di luar negeri. Data dari International Office (IO) Universitas Diponegoro (Undip) menyebutkan bahwa ada 45 mahasiswa Undip yang lolos sebagai IISMA 2022 Awardees. Oleh karena itu, IO Undip menyelenggarakan Welcoming Session for IISMA 2022 Awardees secara online melalui Zoom meeting pada 14:00 WIB dengan mengundang tiga mahasiswa Undip yang berpengalaman menjadi IISMA Awardees pada tahun sebelumnya, dengan tujuan untuk memberi gambaran kehidupan selama mengikuti IISMA.

Anggun Puspitarini Siswanto, S.T., Ph.D. selaku Ketua IO Undip mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang lolos IISMA 2022. “Kalian adalah orang-orang terpilih karena host university membuat ranking dari daftar rekomendasi mahasiswa, kemudian secara langsung memilih mahasiswa untuk melanjutkan studi di sana,” tutur Anggun.

Selain memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa karena berkesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri, mata kuliah hasil pembelajaran IISMA dapat dikonversi dalam transkrip semester 5 atau 7 di universitas asal. 45 mahasiswa Undip yang menjadi  IISMA 2022 Awardees antara lain mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Psikologi, Fakultas Hukum, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Sains dan Matematika, dan Fakultas Teknik.

Irene, mahasiswi FK Undip yang pernah menjadi IISMA Awardees di University of Pecs, Hongaria menceritakan pengalaman berkesannya selama tinggal di Hongaria. “Semua pemandangan di sana bagus, dan kita bisa keliling Eropa tanpa VISA sehingga biaya perjalanan lebih murah. Kita juga bisa dapat tiket perjalanan yang lebih murah ketika holiday season,” ungkap Irene.

Memiliki pengalaman serupa, Muh. Raihan, mahasiswa FH Undip yang berkesempatan belajar di Boston University, Amerika Serikat juga menikmati traveling selama belajar di negara lain. “Don’t live in your head. Kita bisa explore dan travel ke banyak tempat yang menyenangkan. Jalani saja alurnya, jangan banyak overthinking,” pesannya kepada teman-teman mahasiswa yang akan belajar ke luar negeri.

Sementara Gabriella, mahasiswi FSM Undip yang belajar di Daugavpils University, Latvia membagikan pengalamannya yang sedikit sulit di awal karena dia ditempatkan di negara yang bahasa utamanya tidak menggunakan bahasa Inggris. “Di awal saya banyak kesulitan karena mereka benar-benar menggunakan bahasa native, dari situlah saya mulai belajar bahasa Rusia dan Latvia agar bisa berkomunikasi sehari-hari. Tapi saya senang sekali bisa tinggal di sini, not a lot of people have been there but it feels like I got a medal,” kata Gabriella.

Selain belajar, mengunjungi tempat-tempat menarik selama di luar negeri merupakan hal yang wajib dilakukan. “Jalan-jalan boleh tapi ingat untuk gunakan uang sebaik mungkin. Money allowance pasti cukup karena jika tidak cukup maka VISA keberangkatan tidak mungkin disetujui,” ucap Anggun.

It’s gonna be fun, jangan panik karena IO pasti akan membantu. Communication skills, teamwork, dan public speaking itu bagus. Tapi yang paling penting adalah manners, jadi jangan lupa untuk sopan di mana pun kalian berada,” pesan Anggun kepada para mahasiswa.

Diastama Anggita Ramadhan, LLM., Wakil Ketua IO Undip menambahkan, “Perlu kerjasama antara awardee satu dengan yang lainnya dalam mempersiapkan persyaratan keberangkatan. Enjoy the process and you will be very happy.” (Titis – Public Relations)