Senat Akademik (SA) Universitas Diponegoro menggelar presentasi ilmiah calon guru besar Undip,  Drs. Gunawan, M.Si., Ph.D. dan Dr. Erma Prihastanti, M.Si., Senin (23/5). Keduanya berasal dari Fakultas Sains dan Matematika (FSM).

Dalam presentasinya Drs. Gunawan, M.Si., Ph.D. menyampaikan makalah ilmiah yang berjudul  Potensi Semikonduktor Berbasis Tembaga untuk Menghasilkan Hidrogen sebagai Energi Terbarukan. Kebutuhan energi menurut proyeksi Badan Energi Dunia (International Energy Agency-IEA), hingga tahun 2030 permintaan energi dunia meningkat 45% dengan 80% kebutuhan dipasok dari bahan bakar fosil. Padahal energi fosil tidak dapat diperbarui, menimbulkan polusi dan cadangannya semakin menipis. Sehingga dibutuhkan pengembangan energi terbarukan yang dapat diperbarui dan ramah lingkungan. Salah satu sumber energi terbarukan adalah bahan bakar hidrogen dari air yang bebas emisi karbon dan mudah dalam aplikasi dan preparasinya dengan fotoelektrokimia.

Upaya untuk meningkatkan efektifitas kinerja pemecahan air telah dilakukan dengan semikonduktor berbasis tembaga dalam bentuk CuO, Cukalkopirit dan Cu-kesterite yang dipreparasi secara spin coating, spray pyrolysis dan elektrodeposisi. Selain itu, modifikasi permukaan dengan film buffer layer n-type berupa CdS atau InS2, nanopartikel cocatalyst Pt, dan doping Ga telah terbukti meningkatkan potensial onset dan arus foto yang dihasilkan.

“Penelitian semikonduktor berbasis tembaga telah dilakukan untuk pemecahan air secara fotoelektrokimia menghasilkan hidrogen. Semikonduktor yang dipelajari adalah CuO, Cu-kalkopirit dan Cu-kesterite yang dipreparasi secara spin coating, spray pyrolysis dan elektrodeposisi. Selanjutnya dilapisi dengan n-type berupa CdS atau InS2 dan nanopartikel cocatalyst Pt. Beberapa usaha telah dilakukan untuk meningkatkan potensial onset dan arus foto diantaranya variasi buffer layer, doping Ga dan variasi katalis” ungkapnya.

“Berdasarkan hasil tersebut membuktikan bahwa semikonduktor berbasis tembaga memiliki prospek yang menjanjikan dalam energi terbarukan khususnya untuk menghasilkan hidrogen sebagai carrier energy. Upaya peningkatan kestabilan fotokatoda perlu dilakukan untuk pemakaian jangka waktu yang lama pada dual absorber tanpa listrik dari luar untuk mengembangkan potensi semikonduktor berbasis tembaga serta memberikan kontribusi bagi pengembangan teknologi energy” lanjutnya.

Dalam kesempatannya, Dr. Erma Prihastanti, M.Si membahas mengenai Kajian Fisiologi dan Penentuan Respons Tanaman dalam Upaya Mitigasi Dampak Perubahan Iklim. Kajian analisis data fisiologi secara umum dapat digunakan dalam menentukan strategi tanaman dalam menghadapi perubahan iklim. Data fisiologi tanaman seperti potensial air akar dapat menentukan kandungan air tanaman saat ditanam secara monokultur maupun polikultur, data hydraulik conductiviti dan persentase embolisme dapat digunakan untuk menganalisi sistem transport air pada tanaman dan seberapa kerusakan yang disebabkan adanya gelembung udara yang dapat menganggu keberlangsungan kehidupan tanaman.

“Data kandungan prolin dan karbohidrat terlarut akar, dan hasil pengamatan dengan metode in growth dan soil core dapat digunakan untuk mengetahui ketahanan sel-sel akar tanaman dan pertumbuhannya dalam kondisi kekurangan air. Penentuan resorpsi pada daun penting untuk mengetahui pola pemberian nutrisi /pemupukan. Analisis perkembangan adaptasi tanaman dapat diamati dari spesific leaf area atau SLA serta pengamatan trikomata daun. Selanjutnya, dari data fisiologi juga sangat dibutuhkan dalam menentukan kultivasi agar pertumbuhan dan produksi tanaman dapat optimal dan berkelanjutan” tuturnya. (Lin-Humas)