Rabu (25/5) – Universitas Diponegoro (Undip) menyambut kunjungan Atase Kerjasama Universitas dari Kedutaan Besar Perancis di Indonesia dalam rangka perencanaan kerjasama di bidang akademik dan non-akademik. Acara ini dilaksanakan di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya, Undip Tembalang pada Rabu, 25 Mei 2022 pukul 10:30 WIB. Dalam pertemuan ini juga membahas MoU antara Undip dengan beberapa universitas di Perancis yang programnya telah dijalankan selama beberapa tahun dan kini butuh pembaruan dokumen kerjasama. Diskusi ini dipimpin oleh pihak Undip yang diwakili oleh Anggun Puspitarini Siswanto, S.T., Ph.D. selaku Kepala International Office (IO) Undip, serta Atase Kerjasama Universitas dari Kedutaan Besar Perancis di Indonesia yaitu Philomène Robin.

Anggun mengatakan bahwa Undip telah menjalin kerjasama dengan beberapa universitas di Perancis. Namun demikian, ada perjanjian yang harus diperbarui karena telah melewati masa kontraknya, antara lain dengan Universite De Poitiers, Association Internationale Interdisciplinaire de la Decision (A2ID), A2ID & Medicis Business School, Universite de Bretagnes Occidentale France, dan Université de Nantes.

Menyambut hal tersebut, Philomène Robin menyatakan bahwa pembaruan kerjasama merupakan hal yang tepat untuk dilakukan, serta terdapat kemungkinan untuk memperluas bidang kerjasama. Target prioritas antara lain dalam bidang business and management, languages/diplomacy, maritime, dan engineering. Terdapat sebuah slogan di Perancis yakni “In France everyone gets scholarship” sehingga tidak heran bahwa banyak institusi pendidikan di Perancis yang menyediakan beasiswa karena itu merupakan program pemerintah. Robin menjelaskan mengenai program pendidikan dan beasiswa di berbagai universitas di Perancis, mulai dari program S1 sampai S3. Untuk program S3 atau PhD tersedia grant of funding yang digunakan untuk kegiatan riset. “Namun mahasiswa perlu menemukan thesis topic serta thesis supervisor sebelum memulai doctoral programmes di Perancis,” ungkap Robin.

Dalam diskusi ini juga dibahas kemungkinan untuk merencanakan double degree program, terutama untuk mahasiswa IUP Undip untuk melaksanakan studi di Undip dan juga di universitas mitra di Perancis. “Skema regulasi perlu dibentuk sebelum membuat MoU. Reciprocal cooperation akan lebih baik sehingga mahasiswa Undip bisa memperoleh international exposure dengan belajar di Perancis, begitu juga sebaliknya untuk mahasiswa dari universitas di Perancis untuk belajar di Undip. Hope we can work together to strengthen it, to train the next generation of scientists,” kata Robin.

Selain kerjasama akademik, Anggun menjelaskan secara singkat program kerja IO Undip dalam menaungi mahasiswa internasional yang belajar di Undip. “Kita akan membuat Warung Perancis, di sini mahasiswa dapat berkunjung untuk belajar bahasa dan budaya Perancis melalui media yang disediakan seperti majalah dan video kebudayaan Perancis. Tempatnya ada di IO Student Lounge,” ucap Anggun. (Titis – Public Relations)