Semarang (28/5) – Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) kembali menyelenggarakan seminar psikologi internasional berjudul International Conference on Psychological Studies (ICPSYCHE) 2022. Seminar internasional online yang diselenggarakan pada tanggal 28-29 Mei 2022 ini mengangkat tema “Family and Education in Society 5.0: Developing Positive Character Across Generations” dengan mengundang Dr. Endah Kumala Dewi, M.Kes, Dosen Fakultas Psikologi Undip sebagai pembicara.

Menurut Dr. Endah, dalam sebuah organisasi terdapat set of morals yang menentukan karakteristik organisasi tersebut. Nilai-nilai sosial perlu diterapkan dan peran pemimpin yang akuntabel sangatlah penting untuk menjaga sekuritas informasi dalam organisasi. “Kunci keberlanjutan (sustainability) adalah sekuritas dalam penyampaian dan menjaga informasi. Kita bisa memanfaatkan IT untuk mengolah informasi yang digunakan sebagai penunjang perkembangan organisasi,” tutur Dr. Endah.

Pemahaman akan sekuritas informasi menjadi dasar sekuritas perilaku, sehingga pemahaman terhadap IT juga diperlukan untuk merespon problem-problem sosial yang muncul. Untuk siap menghadapi perubahan dalam kehidupan Masyarakat 5.0, perilaku etis (ethical behavior) perlu diterapkan yang ciri-cirinya termasuk integritas, kejujuran, kewaspadaan, dan tanggung jawab.

Permasalahan modern yang timbul akibat perubahan masyarakat modern yaitu mengenai sekuritas informasi sehingga data pribadi harus dilindungi dan sifatnya tertutup (confidential). Orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak bahwa tidak semua orang mempunyai akses terhadap informasi pribadi mereka. Selain menerapkan parenting style yang tepat untuk memberikan pemahaman kepada anak, pemahaman juga perlu diberikan kepada generasi lanjut yang terkadang masih belum sadar mengenai privasi informasi individu.

“Caranya adalah dengan memberi pemahaman bahwa identitas diri seperti nomor identitas dan nomor rekening bank sifatnya rahasia, memberi contoh kepada anggota keluarga sehingga pola perilaku yang sadar akan sekuritas informasi dapat terbentuk, serta memberi pemahaman kepada orang yang lebih tua untuk tidak mudah mempercayai berita hoax yang tersebar di media,” ungkapnya.

Untuk memberikan perlindungan (protection) terhadap resiko perkembangan IT, diperlukan pembelajaran (learning), kepercayaan (trust), kewaspadaan (vigilance); dilengkapi dengan penerapan nilai sosial (social values), berupa kerjasama (collaboration) dan kesadaran (awareness), serta nilai etis (ethical moral), yaitu pengendalian (controlling) dan penyesuaian (compliance). (Titis – Public Relations)