Banjir akibat naiknya ketinggian air laut atau rob melanda kawasan pelabuhan Tanjung Emas, Senin (23/5) pekan lalu. Terjangan air diperparah oleh tanggul jebol di kawasan  tersebut. Universitas Diponegoro melalui Diponegoro Disaster Asistance Response Team  (D-DART) turut melakukan aksi peduli kepada warga yang berdampak rob.

D-DART merupakan tim yang berada di bawah koordinasi Pusat Penanggulangan Bencana pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Diponegoro (LPPM UNDIP) dengan Ketua Umum dr. Achmad Zulfa Juniarto, M.Si.Med, MMR, Sp.And. (K), Ph.D.

Tugas dari tim D-DART adalah menyusun kajian, mengkoordinasikan, dan melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Diponegoro.

“Jebolnya tanggul di Kawasan Pelabuhan Tanjung  Emas tepatnya di Kawasan Industri Lamicitra, Kecamatan Semarang Utara telah mengakibatkan beberapa daerah Kota Semarang terendam banjir rob. D-DART Undip berkoordinasi dengan PMI, BPBD dan Basarnas terjun langsung ke lapangan turut membantu warga yang terdampak rob dan memberikan bantuan kebutuhan logistik, seperti air mineral serta makanan” tutur Prof. Dr. Jamari, S.T., M.T. selaku ketua LPPM Undip.

“Kami turut prihatin atas musibah rob ini dan semoga kondisi semakin membaik, lekas surut dan dapat segera tertangani. Kami berharap D-DART memberikan aksi cepat sigap untuk turut membantu dalam menanggapi kejadian bencana yang terjadi” pungkasnya.

Sementara dr. Achmad Zulfa Juniarto menyampaikan Tim D-DART  yang dipimpin Dr. Susilo Adi Widyanto, ST., MT (Dosen Teknik Mesin, Fakultas Teknik) bekerjasama dengan Tim BPBD, PMI, Basarnas dan Tim terkait melakukan aksi peduli dalam musibah bencana rob Semarang. Tim membantu pada Dapur Umum dan juga dropping bantuan ke lokasi musibah. Mobil bencana D-DART UNDIP juga diterjunkan ke lokasi. Hal tersebut sangat membantu sebab permukaan air cukup tinggi yang tidak memungkinkan untuk diakses oleh kendaraan umum.

“Bantuan yang diberikan kepada warga berupa makanan dan juga kami juga membantu para relawan yang membutuhkan bantuan tambahan logistik khususnya untuk disaster management and mitigation. Saat ini bantuan yang masih diperlukan oleh warga adalah makanan, obat, baby kit dan logistik lainnya” lanjutnya.

Dampak dari banjir diantaranya berpotensi muncul penyakit-penyakit tertentu, seperti penyakit kulit dan diare, dr. Zulfa berpesan setidaknya ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindarinya yaitu tetap menjaga kebersihan dan hindari makanan yang beraroma kuat, pedas, dan lain-lain.

Prof. Dr. Rahayu, S.H., M.Hum (Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM Undip) menambahkan, D-DART juga telah mempersiapkan tindakan lanjutan dengan orientasi pada upaya untuk melakukan perbaikan lingkungan dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.

“D-DART harus turun cepat pada situasi-situasi dibutuhkan karena sebagai pusat penanggulangan bencana mesti tanggap terhadap upaya-upaya yang sifatnya darurat dengan tujuan meringankan beban masyarakat” pungkasnya.  (Lin-Humas)