Program Studi Informasi dan Hubungan Masyarakat, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro (Undip) menjadi tuan rumah dalam acara Festival Film Inhum 2022 dengan tema “Rapsodi dalam Lensa”. Sekolah Vokasi Undip bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Pemerintah Kota Semarang, dan Huion BIC menggelar festival film secara hybrid di Gedung Sekolah Vokasi Undip dan live di Zoom meeting pada Sabtu, 28 Mei 2022.

Hadir dalam acara yakni Edi Suwardi (Kepala Pokja Apresiasi dan Literasi Film, Kemendikbud Ristek RI), H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P (Gubernur Jawa Tengah), Kadar Lusman, S.E. (Ketua DPRD Kota Semarang), KC Leong (Direktur Huion Asia Tenggara), Bara Adhyaksa (Sales&Marketing Manager Huion BIC Indonesia), Nidhom (Founder Indos Studio dan Omah Obah), dan Iwan Gardiawan (sutradara). Acara ini dipimpin oleh Didit Agus Triyono, M.I.Kom selaku moderator.

Festival Film Inhum 2022 merupakan bentuk implementasi dari mata kuliah MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) pada prodi Informasi dan Humas Undip. Acara yang diikuti oleh 140 peserta dengan lebih dari 50 karya ini salah satunya bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang adaptif dan kreatif di dunia kerja.

“Film merupakan elemen penting yang menyertai prestasi kebudayaan suatu bangsa, sehingga dibutuhkan generasi muda yang kreatif di bidang perfilman, musik dan media. Digelarnya acara Festival Film Inhum 2022 diharapkan dapat menjadi wadah apresiasi dan kreasi bagi generasi muda khususnya dengan visi untuk memajukan perfilman Indonesia,” kata Edi Suwardi dalam sambutannya.

Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P menyatakan, “Selamat kepada mahasiswa D4 Informasi dan Humas Undip yang telah sukses mengadakan festival film tingkat nasional. Selamat bagi para peserta dan pemenang yang berasal dari berbagai daerah, yang dipertemukan dalam festival ini bukan untuk saling menjatuhkan, melainkan untuk saling mendukung. Kalian akan menghasilkan karya terhebat dengan terus melanjutkan proses kreatif ini.”

Senada dengan sambutan-sambutan yang telah diberikan, Kadar Lusman juga memberikan dukungan penuhnya untuk program-program yang memberi ruang kepada mahasiswa dalam mengembangkan idenya, termasuk acara festival film sebagai wadah kolaborasi antara universitas dan pemerintah.

Puncak acara sekaligus workshop dibuka oleh Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si. Dalam sambutannya, Dr. Ir. Budiyono mengatakan bahwa mahasiswa harus bisa lebih dekat dengan dunia usaha yang diharapkan dapat menciptakan mahasiswa siap kerja, terlebih fokus utama dari pendidikan vokasi dibekali dengan 60-70% praktek langsung. “Festival Film Inhum 2022 sebagai event berskala nasional tentunya memberikan kebanggaan bagi Sekolah Vokasi dan Undip. Dari sini kita bisa memahami bahwa film memiliki pengaruh terhadap pribadi seseorang dan citra Bangsa Indonesia. Jiwa nasionalisme, religius, sopan santun perlu ditanamkan salah satunya melalui pesan dalam film, karena itu penting munculnya ide kreatif dalam produksi film untuk membentuk generasi muda yang memiliki semangat global.”

KC Leong menyampaikan bahwa Festival Film Inhum 2022 disajikan dengan sangat menarik dan event yang lebih spektakuler dapat direncanakan untuk diselenggarakan di tahun berikutnya. KC Leong juga mengajak mahasiswa Informasi dan Humas Undip untuk berpartisipasi secara langsung dalam event Huion yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang. Pihaknya berharap dapat menjalin kerjasama antara Huion dengan berbagai universitas, melalui komunitas animasi untuk kemajuan ekonomi kreatif di Indonesia.

Lebih lanjut, Nidhom, menjelaskan Omah Obah sebagai community workspace yang berbasis di Semarang bergerak pada bidang industri kreatif visual khususnya ilustrasi dan animasi, salah satunya animasi delta. “Kami juga membuka ruang bagi teman-teman yang ingin magang ataupun belajar animasi di Omah Obah,” tuturnya.

Dalam materinya yang bertema “Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Media Film”, Iwan Gardiawan menyatakan bahwa film adalah cerminan peristiwa yang ada di masyarakat sehingga film mengandung tanggung jawab moral baik itu rohani Islam, nasrani, dan sebagainya. Kreasi dan ekspresi adalah unsur penting yang harus ditonjolkan dalam film agar pesannya tersampaikan pada audiens.

Di penghujung acara, dibacakan pengumuman pemenang dengan hasil sebagai berikut:

  1. Juara 3 Besar
  • Juara 1 Film Pendek: Konfigma – “1000 Hari Tiada Tangis di Surga”
  • Juara 2 Film Pendek: Sigma – “Rotasi”
  • Juara 3 Film Pendek: Kaskau Production – “Golek Gawean”
  1. Juara Favorit
  •  Nightmare Production – “Mending Turu”
  1. Pemenang Poster dan Naskah Terbaik
  • Poster Terbaik: Remas – “Menjemput Senja”
  • Naskah Terbaik: Genz Production – “Ibu dan Damar Kurung”