Yadi Hendriana adalah alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro yang menjabat sebagai Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Periode 2022-2025 dan Direktur Pemberitaan MNC Portal Indonesia. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Sosial pada tahun 1998 di Undip, menyelesaikan program S-2 Ilmu Politik juga di Undip tahun 2019, dan saat ini sedang menempuh program Doktor pada Ilmu Komunikasi di Universitas Padjajaran Bandung.

Sejak tahun 2004 ia bekerja dengan MNC Group dan telah menduduki beberapa Executive Position di beberapa perusahaan dalam grup seperti News Producer Global TV (2004 – 2005), Executive Producer News Global TV (2005-2006), News Gathering and Production Head Global TV (2006 – 2007), Wakil Pemimpin Redaksi Global TV (2007 – 2013), Pemimpin Redaksi MNCTV (2013 – 2017) dan Deputy News Director dan Pemimpin Redaksi iNews (2017 – 2020), dan Ketua Umum IJTI dua periode 2012-2016, 2017-2021.

“Disiplin ilmu pemerintahan, politik dan komunikasi memiliki keterkaitan erat, networking dan relationship ada dalam keilmuan tersebut. Yang saya pahami situasi kita ketika belajar diperkuliahan hanya sebagian kecil dari yang kita pelajari, lebih dari itu adalah bagaimana kita mengaplikasikannya, membangun networking dan membiasakan membangun experience yang kuat. Experience yang kuat bukan hanya ditunjang oleh keilmuan tetapi bagaimana kita bisa lebih humble di manapun dan posisi manapun” ungkapnya.

“Saya masuk Undip melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan atau PMDK dan berprinsip bahwa  kuliah harus mandiri, dari mandiri itulah kita bisa mendapatkan pengalaman liku-liku kuliah dan kerja. Saya memang lebih tertarik pada jurnalistik karena situasinya mendukung, jika dikembangkan dan ditekuni ilmu jurnalistik ini memiliki kekuatan yang luar biasa sebagai pilar keempat dari demokrasi. Ini menjadi sesuatu yang luar biasa bagi perkembangan karier saya” lanjutnya

Pandangannya mengenai kerja humas ia mengatakan hampir sama dengan jurnalistik. Ketika humas masuk ke area digital dan multiplatform, kegiatan humas memang tidak hanya sekedar membuat release tetapi juga handle management media, termasuk dengan sosial media yang sekarang ini memang tengah mendominasi.

Bagi Yadi Undip memberikan banyak warna, Undip merupakan kampus yang memiliki daya dorong seperti turbo, tempat berkumpul berbagai macam kalangan hingga aktivis dan yang saya sukai adalah kebebasannya, kebebasan berpikir, berpendapat dan berkespresi. Kebebasan kampus tidak boleh di kekang karena kebebasan itu justru akan menumbuhkan orang-orang hebat dan memiliki talenta dan multitasking. Jadi tokoh-tokoh akan lahir di Undip ketika kebebasannya tidak dikekang, sehingga kebebasan berekspresi yang bertanggungjawab harus ditunjukan

“Kuliah hanya sebagian kecil dari upaya menempa diri, yang paling penting adalah harus membangun networking kemudian mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Saat kita masuk di dunia kerja yang dibutuhkan tidak hanya orang yang pintar dan kuat saja tetapi dunia kerja saat ini membutuhkan orang yang acceptable. Ketika orang itu acceptable, orang bisa menjadi something.” pungkas Yadi. (Lin-Humas)