Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) baru saja menjalin kerja sama dengan PT Bio Farma (Persero). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Fakultas Kedokteran Undip yang diwakili oleh Dekan FK Undip Prof. Dr. dr. Dwi Pudjonarko, M.Kes., Sp.S(K)., dengan PT Bio Farma yang diwakili oleh Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM PT Bio Farma I.G.N Suharta Wijaya pada Kamis (09/06) bertempat di Lab Sentral Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Fakultas Kedokteran Undip Tembalang.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Inovasi, Dekan FK Undip, Para Wakil Dekan FK Undip, dan segenap jajaran pimpinan di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Serta turut mengundang Direktur Utama PT Bio Farma beserta jajaran Board of Executives PT Bio Farma, dan Komisaris Utama PT Bio Farma Tanri Abeng. Penandatanganan kerja sama antara Fakultas Kedokteran Undip dengan PT Bio Farma ini mengenai uji klinis vaksin Sars-Cov-2 Protein Subunit Rekombinan Fase III.

Dalam sambutannya, Dekan FK Undip Prof. Dr. dr. Dwi Pudjonarko, M.Kes., Sp.S(K)., menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan PT Bio Farma. “Saya berterima kasih kepada PT Bio Farma yang telah memberikan kepercayaan kepada kami, Fakultas Kedokteran Undip, untuk bisa terlibat dalam membuat sejarah baru yakni produksi vaksin dalam negeri yang mulai dari hulu sampai hilir itu dilakukan di Indonesia.” ucapnya.

Prof. Dwi Pudjonarko berharap kerja sama ini akan mengawali kerja sama lainnya dan dapat terus diperluas untuk bidang-bidang yang lain. “Kami berharap kerja sama ini akan semakin diperluas. Tadi sudah bicara dengan Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Inovasi, barang kali nanti kita bisa mengembangkan kerja sama dengan PT Bio farma tidak hanya di Fakultas Kedokteran tapi mungkin nanti Fakultas-Fakultas lain bisa terlibat.” jelasnya.

“Harapan perluasan kerja sama ini supaya Fakultas-Fakultas lain bisa terlibat didalam berbagai aktifitas. Kami sebagai Perguruan Tinggi tidak hanya berbicara ilmu saja tapi bagaimana ilmu itu diterapkan sampai manfaat itu dirasakan langsung oleh masyarakat.” sambung Prof. Dwi Pudjonarko.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Bio Farma M. Rahman Roestan tampak antusias atas kerja sama yang telah terjalin dan ia berharap kolaborasi antara FK Undip dan PT Bio Farma dapat terus ditingkatkan. “Hari ini kita menandatangani perjanjian kerja sama yang bukan hanya mengenai Vaksin Covid-19, jadi ini baru awal dan Insya Allah kedepannya akan banyak kerja sama yang bisa kita lakukan karena selama kami berdiskusi dengan tim dari Undip banyak potensi kerja sama lainnya.” jelasnya.

“Kami juga sangat mengharapkan adanya kolaborasi dari tim peneliti Undip untuk pengembangan vaksin maupun medicine yang nanti bisa kita lakukan kerja sama baik dari mulai riset maupun sampai ke tahap uji klinis.” sambung Rahman Roestan.

Sebelumnya, peneliti dari FK Undip dr. Yetty Movieta Nency, Sp.A(K)., menjadi salah satu peneliti yang turut aktif dalam riset dan pengembangan Vaksin Covid-19 BUMN. Vaksin Covid-19 BUMN merupakan hasil kolaborasi global antara PT Bio Farma bersama Baylor College of Medicine, USA yang sudah terdaftar di tahap pengembangan kandidat vaksin WHO Covid-19 sejak bulan Juni 2021 yang lalu.

Vaksin Covid-19 BUMN menggunakan teknologi Subunit Protein Rekombinan (protein Receptor Binding Domain / RBD), merupakan buatan Indonesia dan akan digunakan sebagai vaksin primer, setelah mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization / EUA) dari BPOM pada akhir Juli 2022. Untuk saat ini, Vaksin Covid-19 BUMN sudah memasuki uji klinis fase 3 yang ditandai dengan kick off pada Kamis (09/06) di Lab Sentral Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) FK Undip dan dihadiri oleh Menteri BUMN RI Erick Thohir, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono, dan Kepala BPOM Penny K Lukito.