Universitas Diponegoro meraih juara II dalam Turnamen Terbuka Tenis Profesor 2022  yang  digelar di Universitas Negeri Semarang, pada Sabtu (11/6) dan Minggu (12/6), pekan lalu. Turnamen ini pertama kali digelar tahun 2021 diikuti oleh rektor, guru besar, dekan, dan profesor dari berbagai universitas, dengan syarat wajib sudah Profesor.

Prof. Suharnomo menyampaikan turnamen ini dalam rangka membangun jejaring dengan kampus lain. Selain itu untuk menerapkan gaya hidup sehat sekaligus bisa berprestasi.

“Point pentingnya adalah pada networking karena banyak hal dapat diselesaikan kalau kita mengenal dengan baik, secara formal maupun  informal . Yang hadir dalam event ini hampir dari berbagai kampus sehingga kebersamaan, jalinan kerja sama apalagi di era MBKM ini harus kita suarakan. Penampilan Undip kemarin tidak disangka menjadi sebuah kejutan karena meraih juara II” ungkapnya.

Universitas Diponegoro mengirimkan tiga tim terbaiknya. Tim pertama yakni Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., berpasangan dengan Prof. Dr. Jamari, S.T., M.T., Tim kedua Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D. dengan Prof. Slamet Budi Prayitno, M.Sc  dan Prof. Dr. Hadiyanto, S.T., M.Sc bersama Prof. Dr. Moh. Djaeni.

Meskipun baru pertama kali mengikuti turnamen ini, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dan Prof. Dr. Jamari, S.T., M.T., berhasil memenangkan  juara II, mengalahkan juara bertahan dari Universitas Negeri Padang. Sedangkan dua tim Undip lainnya berhasil masuk 16 besar.

 “Dan kebetulan di Undip rajin melaksanakan latihan rutin, Undip memberikan fasilitas yang baik dalam mendukung kegiatan olahraga. Untuk pertandingan ini kami juga melakukan seleksi guru besar, profesor, karena banyak yang tergabung di grup tenis dan menyukai tenis” lanjut Dekan Fakultas  Ekonomi ini.

Ia berharap kegiatan ini memberikan inspirasi  bagi siapa pun untuk keep moving dengan aktifitas yang positif seperti olahraga misalnya tenis, badminton, senam atau bersepada.

Senada dengan Prof. Suharnomo, Prof. Jamari mengatakan pertandingan ini merupakan salah satu upaya untuk memperat hubungan silahturahmi antar perguruan tinggi dan untuk menjaga serta meningkatkan kebugaran.

“Event ini diselenggarakan bukan untuk mengejar persaingan atau meraih predikat juara saja, yang terpenting sebagai media untuk mempererat tali silaturahmi” pungkas Prof. Jamari. (Lin-Humas)