Site icon Universitas Diponegoro

DWP UNDIP Gelar Pengajian Bertema Penyakit Hati Ditinjau dari Sisi Agama dan Medis

Dalam sambutannya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Diponegoro, Asih Budiastuti Yos Johan Utama menyampaikan DWP Undip selalu aktif menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dan setiap bulan melaksanakan pengajian rutin sebagai bentuk program kerja DWP Undip. Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat yang besar tentang bagaimana penyembuhan penyakit hati secara medis maupun secara agama.

“Semoga kita semua selalu sehat, DPW  Undip terus bersemangat melaksanakan kegiatan-kegiatan dan tentunya acara hari ini berjalan lancar serta mendapatkan jawaban mengenai penyakit hati dan upaya-upaya pencegahannya” tutur ketua DWP.

Dalam materinya, dr. Fathur Nur Kholis, SpPD-KP selaku narasumber mengatakan qolbu mempunyai peranan mengendalikan seluruh dimensi kesehatan tubuh kita, baik tubuh secara jasadiah maupun secara rohaniah.

“Bagaimana kondisi hati kita ketika sakit maupun sehat tergantung indikatornya. Indikator ini yang menentukan berdasarkan diagnosis. Jika sehat secara jasmani yang mendiagnosis adalah tenaga kesehatan atau dokter. Tetapi yang tidak sehat adalah spiritual atau rohaniahnya, seandainya dokter yang mendiagnosa, tentu dokter ahli jiwa. Lebih spesifiknya lagi para alim ulama yang bisa memberikan pencerahan-pencerahan, di samping itu para konsultan yang mahir dalam hal problem-problem rohaniah menjadi penegak diagnosis masalah kelainan di rohaniah atau hati kita. Termasuk support orang tua juga berperan penting” terang dr. Fatrhur.

“Penyakit hati dengan gangguan jiwa mirip tapi tidak identik, penyakit hati terkait dengan dimensi ketauhidan, ibadah, muamalah atau dimensi sosial sementara penyakit jiwa seperti Orang Dalam Gangguan Jiwa mengalami gangguan kepribadian, depresi, dan psychosis” lanjutnya.

“Imam Ghazali menggolongkan hati ke dalam tiga kelompok, yaitu hati yang sehat, hati yang sakit, dan hati hati yang mati. Seorang yang memiliki hati sehat tak ubahnya memiliki tubuh yang sehat. Ia akan berfungsi optimal, mampu memilah dan memilih setiap rencana atas tindakan sehingga setiap apa yang diperbuatnya benar-benar sudah melewati perhitungan yang tepat berdasarkan suara hati” pungkas dr. Fathur. (Lin-Humas)

Share this :
Exit mobile version