Fira Candra Kartika dan Zahdina Nur Afiyat adalah sepasang sahabat yang berasal dari satu SMA yang sama yakni dari SMAN 1 Banjarnegara. Kebahagiaan mereka bertambah setelah mengetahui lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Diponegoro. Fira masuk di Jurusan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya sedangkan Zahdina di Fakultas Kesehatan Masyarakat. Meskipun berbeda jurusan dan fakultas, tentunya persahabatan tersebut tetap berlanjut di jenjang perguruan tinggi.

“Undip merupakan universitas impian saya. Saya sering melakukan research mengenai PTN di Indonesia, dan saya mendapatkan banyak testimoni bahwa lulusan Undip banyak yang diterima di dunia kerja. Hal tersebut sebagai bukti bahwa Undip tidak perlu diragukan lagi kualitas pendidikan serta tenaga pengajarnya. Bagi saya Undip merupakan tempat terbaik untuk dapat mengembangkan diri dan belajar sesuai dengan minat maupun bakat saya” tutur Fira.

“Saya sangat bahagia dan bersyukur karena diberikan kesempatan menjadi salah satu calon mahasiswa baru Undip. Undip adalah salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang terkemuka dan menjadi kampus favorit bagi banyak orang. Saya mengambil jurusan Sastra Inggris karena suka mempelajari sastra dan budaya serta tertarik untuk lancar berkomunikasi menggunakan bahasa asing” lanjutnya.

“Pendidikan bukan hanya sekadar untuk mendapatkan gelar. Ada yang lebih penting yaitu proses yang kita lewati semasa belajar, pengalaman serta pembelajaran yang berharga tentang hidup untuk dapat kita petik. Jadi, jangan pernah ragu untuk menuntut ilmu setinggi mungkin” ungkap Fira.

Senada dengan Fira, Zahdina Nur Afiyat mengatakan banyak lulusan Undip telah membuktikan kemampuannya di berbagai bidang. Selain itu Undip memiliki jurusan yang lengkap dengan fasilitas-fasilitas yang memadai dan akreditasi yang sangat baik.

“Saya juga sangat bersyukur diberi kesempatan menambah dan memperdalam ilmu pengetahuan khususnya di bidang kesehatan yang memang saya minati. Saya merasa bahagia menjadi bagian dari mahasiswa Undip, khususnya di jurusan yang saya pilih yakni Kesehatan Masyarakat. Saya tertarik bekerja di bidang kesehatan karena prospek kerja yang tinggi menjadi faktor pendukung utama dalam memilih jurusan tersebut. Selain itu, tinggal di lingkungan dengan kesadaran terhadap pencegahan penyakit yang masih kurang membuat saya semakin yakin mengenai pilihan jurusan tersebut” terangnya.

“Pendidikan tidak sekedar tentang lama belajar, tingginya gelar, ataupun tempat kita mencari ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana kita mendapatkan ilmu tersebut lalu mampu menerapkannya dalam kehidupan sehingga bermanfaat bagi orang di sekitar kita” pungkas Zahdina. (Lin-Humas)