Mata adalah jendela dunia yang kesehatannya perlu dijaga sedari dini. Gangguan kesehatan mata dapat menimbulkan gangguan aktivitas, termasuk pada anak. Kondisi mata yang kurang optimal pada anak dapat menghambat sisi akademis, sosial, dan hobi. Pasalnya, penglihatan memainkan peran penting dalam perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak-anak. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua menjaga kesehatan mata anak mereka. Salah satu hal penting yang dapat orang tua lakukan untuk menjaga kesehatan mata buah hati yakni periksa ke dokter secara rutin.

Pada talkshow yang diadakan oleh PKRS RSND pada Kamis, 23 Juni 2022 dengan pembicara dr. Arnila Novitasari Saubig, Sp.M(K) ini membahas tentang pentingnya periksa mata sejak dini. Menurut beliau, momen liburan ini tepat untuk orang tua mengajak anak untuk melakukan pemeriksaan mata.

Ada baiknya, orang tua sedari dini melakukan pemeriksaan kesehatan mata anaknya. Banyak anak-anak mengeluhkan hal-hal terkait mata mereka dikarenakan anak malu atau enggan untuk menceritakan ke orang tua. Menunda untuk melakukan pemeriksaan adalah hal yang fatal. Ibaratnya, seperti akar tanaman, jika saraf mata tidak diberi stimulasi dengan baik, maka pertumbuhan saraf bisa melambat atau bahkan berhenti. Dalam hal ini, kacamata merupakan suatu alat bantu untuk memaksimalkan fungsi penglihatan. Jika tidak diberi kacamata, nanti bisa terjadi mata malas dan mata juling.

Selanjutnya kesehatan mata dipengaruhi oleh faktor genetik, dimana orang tua yang memakai kacamata, juga memiliki anak yang juga memakai kacamata. Selain genetik, ada pula pengaruh dari lifestyle, seperti kebiasaan bermain gawai yang nantinya dapat menurunkan fungsi penglihatan atau daya akomodasi mata. Daya akomodasi mata adalah kemampuan menebal dan menipisnya lensa mata ketika kita melihat suatu benda.

Penyakit mata yang sering terjadi pada anak dan harus menjadi perhatian orang tua adalah mata minus. Kerap kali  kita jumpai, anak-anak malu menggunakan kaca mata. Dampaknya, jika tidak dipakaikan kacamata, ukuran mata minus bisa bertambah. Pesan dr. Arnila bahwa saat ini telah banyak varian kacamata yang beraneka model, dan tentu selain menjadi terapi mata minus juga sebagai bagian dari style.

“Jika memiliki pekerjaan yang nonstop 8 jam di depan layar, bisa menggunakan tetes mata bantuan untuk membantu kelembaban. Tapi memang perlu dikonsultasikan dahulu, skrining ke poli mata untuk mendapatkan tetes mata yang sesuai dan minim efek samping. Jika dibeli sembarangan, nantinya berpotensi memiliki efek samping seperti katarak, glaukoma, dan infeksi mata yang lebih parah karena apabila membeli obat tetes mata di apotik dikhawatirkan mendapat obat yang tidak sesuai.” pesan dr. Arnila.

Terutama pada anak-anak diharapkan tidak menonton sesuatu melalui handphone, pindahkan ke televisi agar jarak mata terjaga. Apabila ada tuntutan kerja di depan layar dapat menggunakan obat tetes mata agar tidak dry eye. Penting sekali menjaga mata, terutama pada anak karena perjalanan anak-anak ini masih panjang” tambahnya. (Humas RSND/PKRS RSND)