Senat Akademik Universitas Diponegoro (SA Undip) menggelar Sidang Terbuka Purna Adi Cendekia pada Selasa (05/07) dan Rabu (06/07) bertempat di Gedung Prof. Soedarto, S.H., Kampus Undip Tembalang. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memberikan penghargaan kepada 7 Guru Besar Undip yang telah resmi memasuki masa purna tugas.

Adapun 7 Guru Besar tersebut antara lain yaitu, Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudono, M.S. dan Prof. Ir. Totok Rusmanto, M.Eng., keduanya dari Fakultas Teknik, Prof. Dr. Suryono, S.Si., M.Si. (Alm) dari Fakultas Sains dan Matematika, Prof. Dr. Sutejo Kuwat Widodo, M.Si. (Alm) dari Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo, M.S.Med., Sp.And. (Alm) dan Prof. dr. Sultana M.H. Faradz, PAK., Ph.D., keduanya Guru Besar dari Fakultas Kedokteran, serta Prof. Dr. Ir. Dwi Retno Lukiwati, M.S. dari Fakultas Peternakan dan Pertanian.

Pada acara Purna Adi Cendekia kali ini turut dihadiri oleh Rektor Undip, Ketua Senat Akademik, Ketua Majelis Wali Amanat, Para Wakil Rektor, Dewan Profesor Undip, Para Dekan Fakultas/Sekolah, Ketua Dharma Wanita Persatuan Undip, dan Para Pejabat di lingkungan Undip.

Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. saat memberikan sambutan, menyatakan rasa terima kasihnya atas pengabdian ketujuh Guru Besar tersebut. “Saya selaku pribadi dan Rektor mewakili manajemen dan segenap civitas akademika Universitas Diponegoro mengucapkan terima kasih yang tiada tara atas segala jasa dan pengabdian para Guru Besar dalam ikut membangun dan mengembangkan Undip sehingga mencapai tahap yang sangat lebih baik pada saat ini.” ucap Prof. Yos.

Prof. Yos mengungkapkan para Guru Besar tersebut telah mengajarkan sebuah ilmu kehidupan yang menjadi teladan dalam upaya menjaga integritas sebagai seorang pendidik dan pengajar, serta mengajarkan sikap tawadhu dalam kehidupan sehari-hari sehingga jauh dari sifat congkak ataupun sombong.

“Bersyukurlah kita semua karena para Guru Besar telah memberi teladan upaya yang tiada henti dan bersungguh-sungguh dalam mengembangkan kompetensi ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi umat manusia, menulis buku, penelitian, jurnal internasional.” tutur Prof. Yos.

Selain itu, Prof. Yos menyampaikan, boleh jadi apa yang diberikan oleh negara dan Undip masih kecil dan sangat kurang dibanding apa yang telah diberikan para Guru Besar bagi bangsa dan negara, khususnya Undip. Namun para Guru Besar tetap teguh dan setia dalam pendirian tetapnya mengabdikan diri di Undip tanpa mempedulikan atau mengutamakan kepentingan pribadinya sendiri.

Ilmu bermanfaat yang telah diberikan oleh para Guru Besar telah banyak membantu menyelesaikan berbagai masalah yang menimpa negeri ini. “Insyaallah segala ilmu bermanfaat yang telah para Guru Besar ajarkan, kelak menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya bagi para Guru Besar.” ungkapnya.

Salah satu Guru Besar Undip yang telah purna tugas ialah Alm Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo, M.S.Med., Sp.And. Rektor Undip periode tahun 2006-2010 ini telah wafat pada 27 Mei 2022 lalu karena sakit. Prof. Yos mengungkapkan begitu besar jasa Alm Prof. Susilo Wibowo dalam mengembangkan institusi Undip terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana melalui Islamic Development Bank. “Berbagai gedung megah fakultas dan Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) telah menjadi saksi nyata karya dan jasa beliau, di samping juga memberikan landasan utama Undip dalam World Class University (WCU) yang hasilnya telah nampak saat ini.” jelas Prof. Yos.

“Undip mengucapkan terima kasih pula kepada keluarga para Guru Besar, karena telah turut menjaga maqom Guru Besar Undip agar selalu dalam komitmen integritas yang baik, karena Undip meyakini betul keluarga adalah benteng perlindungan nilai-nilai kebaikan yang akan menjadi pilar utama kesuksesan Undip di kancah nasional maupun internasional.” pungkas Prof. Yos.

Sebelumnya, acara dibuka oleh Ketua Senat Akademik Prof. Ir. Edy Rianto, M.Sc., Ph.D., IPU. Dalam sambutannya, Prof. Edy Rianto juga menyampaikan ucapan terima kasihnya atas pengabdian para Guru Besar dalam mendedikasikan ilmu dan pengetahuannya selama ini di Undip.

“Kami selaku Ketua Senat Akademik dan atas nama segenap anggota Senat Akademik serta civitas akademika Universitas Diponegoro, menyampaikan terima kasih kepada para Guru Besar yang selama ini telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam proses pendidikan anak bangsa, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan masyarakat Indonesia.” ungkap Prof. Edy Rianto.

Meski para Guru Besar tersebut telah memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara, namun Undip tetap membuka kesempatan bagi para Guru Besar yang ingin tetap mengabdi di Undip melalui jalur kontrak penghargaan. Hal ini dimungkinkan karena menjadi hak Guru Besar yang telah memasuki purna tugas untuk bisa mengabdikan ilmu dan pengetahuannya.

Kegiatan Purna Adi Cendekia merupakan sebuah tradisi akademik yang diberikan Undip sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada Guru Besar yang telah memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara. Penghormatan Undip ini diberikan atas segala jasa dan pengabdian Guru Besar selama menjalankan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi di Undip. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai wujud dari sikap kesantunan Undip dengan memberikan penghormatan terhadap seseorang yang lebih tua dan telah berjasa dalam pengembangan Undip.