Kegiatan “Seminar, Business Matching dan Showcase Produk Inovasi Undip: Alat Kesehatan dan Farmasi” sukses dilaksanakan secara luring pada hari Senin – Selasa, tanggal 27 – 28 Juni 2022 bertempat di Hotel MG Setos Semarang. Jl. Inspeksi, Kembangsari, Kec. Semarang Tengah dengan dihadiri sekitar 50 peserta pameran yang berasal dari produsen alat kesehatan dan farmasi di seluruh Indonesia, 50 peserta dari Undip yang terdiri atas para  inovator, Pimpinan, dan Tim dari Biro Inovasi dan Kerja Sama Undip, 70 anggota GAKESLAB Indonesia, 70 peserta dari para Kepala Dinas Kesehatan Daerah/ Kabupaten, Rumah Sakit Daerah/ Kabupaten serta Puskesmas di seluruh provinsi Jawa Tengah.

Universitas Diponegoro merupakan PTNBH yang terus bergerak menciptakan invensi teknologi dari hasil riset dan pengembangan. Universitas Diponegoro telah menghasilkan produk-produk inovasi di bidang kesehatan dan farmasi. Selanjutnya, Undip juga mendorong percepatan hilirisasi hasil riset, khususnya alat kesehatan dan farmasi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekaligus merupakan wujud komitmen Undip dalam mendukung program prioritas Pemerintah untuk mewujudkan kemandirian produksi alat kesehatan dalam negeri. Upaya hilirisasi dilakukan Undip melalui kerjasama, baik dengan pemerintah maupun dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Dalam rangka mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi Dalam Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia serta pelaksanaan atas Peraturan Rektor Universitas Diponegoro Nomor 30 Tahun 2020 tentang Tata Kelola dan Pengalihan Kekayaan Intelektual Serta Hasil Penelitian, Pengembangan, Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Undip. Sehubungan dengan hal tersebut dan dalam rangka penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Universitas Diponegoro dengan pihak Industri sebagai kontribusi terhadap pencapaian 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama (IKU) serta hilirisasi produk karya inovasi, maka Direktorat Inovasi dan Kerja Sama Industri bersama dengan Biro Inovasi dan Kerja Sama Industri menyelenggarakan kegiatan “Seminar, Business Matching dan Showcase Produk Inovasi Undip: Alat Kesehatan dan Farmasi”

Manajemen inovasi Undip tidak hanya dijalankan dengan strategi technology push saja, melainkan juga demand/market pull dengan memperhatikan kebutuhan industri dan  masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan business matching dan show case produk inovasi ini diselenggarakan dalam upaya hilirisasi yang tidak hanya memberikan penawaran produk inovasi Undip kepada industri saja namun juga ditujukan agar Undip mendapatkan input dari industri untuk pengembangan dan penyempurnaan produk inovasi hingga siap masuk pada tahap komersialisasi.

Produk teknologi unggulan yang akan ditampilkan pada kegiatan ini adalah produk yang  memiliki Tingkat Kesiapan Teknologi/ Technology Readiness-Level  (TRL) lebih dari atau sama dengan (>=) 7 dan siap hilirisasi.

Acara ini berlangsung dengan sangat lancar, meriah dan megah berkat kerja sama antara Undip dengan GAKESLAB Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Menurut Ketua Panitia acara, Agus Budiharto dalam sambutannya, dalam rangka mendukung Alat Kesehatan Dalam Negeri Gakeslab Indonesia Provinsi Jawa Tengah mempersembahkan Pameran Alkeslab Dalam Negeri Gakeslab Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Universitas Diponegoro Semarang dengan tema: “Jateng Bangga Buatan Indonesia”.

Gelaran acara dimulai dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Do’a bersama dan Sambutan-sambutan yang dimulai dengan sambutan dari Agus Mardianto, S.E., M.M. (Ketua Umum GAKESLAB Indonesia Provinsi Jawa Tengah). Dilanjutkan dengan dr. Randy H. Teguh, M.M. (Sekretaris Jenderal GAKESLAB Indonesia) yang menyampaikan bahwa baru di Jateng acara diselenggarakan dengan universitas setempat, yaitu Undip. Beliau juga menyampaikan bahwa produk inovasi yang dipamerkan oleh Undip adalah sudah siap hilirisasi dan hulunisasi, selain produk alat kesehatan lainnya yang berasal dari UMKM.

Sambutan berikutnya dari  Wakil Rektor Riset, Inovasi, dan Kerja Sama Undip, Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc. yang menyampaikan bahwa sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Undip diberikan beban 8 Indikator Kinerja Utama (IKU)  yang 5 diantaranya sangat terkait dengan penelitian dan inovasi. Itu sebabnya Undip sangat bersemangat untuk terus meningkatkan inovasi melakukan riset dengan kebijakan-kebijakan yang mendukungnya, diluar tentu saja bagaimana lulusan Undip mendapatkan pekerjaan dengan cepat. Beliau cukup bangga juga bahwa Undip dalam QS Ranking nomor 1 dalam hal kecepatan mendapatkan pekerjaan dari lulusannya dan no 301 di dunia. Sungguh luarbiasa telah sampai pada pencapaian ini. Acara ini juga sangat didukung oleh Undip sebagai salah satu cara untuk komersialisasi hasil produk inovasi agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh rumah sakit baik daerah maupun di seluruh Indonesia dengan bantuan dan kerja sama denga GAKESLAB dan kementerian terkait.

Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt., M.Pharm, MARS (Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI) dalam sambutannya secara daring/ virtual menyampaikan mengenai Agenda transformasi sistem kesehatan di Indonesia mempunyai 6 pilar yaitu, layan primer, layanan rujukan, sistem pertahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan , dan teknologi kesehatan. Acara ini, menurut beliau sangat erat kaitannya dengan  pilar ke 3 yaitu pertahanan kesehatan di Indonesia khususnya dalam bidang kefarmasian dan alat kesehatan. Belanja alat kesehatan sangat tinggi dan kemkes menjadi salah satu dari 10 lembaga dengan APBN tertinggi, dimana 67% masih didominasi pada barang impor. Menyikapai hal ini, Presiden menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi Dalam Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Beliau juga sangat bangga karena Undip telah mampu menciptakan  ekosistem pengembangan alat kesehatan melalui produk-produk inovasi alat kesehatan dan farmasi yang dihasilkan oleh para inovatornya untuk dihilirisasi dan dihulunisasi. Sehingga transformasi ketahanan kesehatan dapat segera terlaksana atas dukungan beberapa pihak terkait. Sementara pembicara berikutnya adalah Sumarno S.E., M.M., Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah mewakili Gubernur Jawa Tengah menyampaikan secara garis besar bahwa, after sale menjadi penting dan harus terjaga agar konsumen tidak kapok untuk terus membeli produk yang sama. Layanan after sale produk lokal harus ada dan terjaga supaya tidak kalah dengan produk-produk luar negeri. Acara dilanjutkan pembukaan secara digital oleh semua pembicara.

Acara dilanjutkan dengan Talkshow Sesi 1  dengan tema: “Kemandirian Alat Kesehatan Dalam Negeri: Realisasi atau Ilusi?”. Pembicara dalam talkshow sesi 1 ini adalah Nila Kumalasari, S.T.,M.T. (Kepala Pusat P3DN Kementerian Perindustrian), drh. Dian Wahyu Harjanti, PhD. (Direktur Inovasi dan Kerjasama Industri Universitas Diponegoro),  Ir. Sodikin Sadek, M.Kes (Direktur Produksi & Distribusi Alat Kesehatan Plt. Direktur Ketahanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI) dan Bimo Wijayanto, S.E., Ak., MBA., Ph.D (Asisten Deputi Investasi Strategis Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marinvest RI) Acara ini juga dapat disaksikan di Youtube VIGA TV dan Dirinovki Undip. (YN & Tim Inovasi)