Dalam rangka menyambut Dies Natalis Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) yang ke-27, Fakultas Psikologi Undip menyelenggarakan Ben Connect: Konsolidasi Alumni dengan tema “Mempersiapkan Diri di Era 5.0 dalam Sinergitas Membangun Negeri”. Talk show yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom meeting pada Selasa, 12 Juli 2022 pukul 19:00 WIB ini termasuk dalam program Undip menuju World Class University kategori Employer Reputation.

Acara ini terbuka bagi seluruh civitas academica dan alumni Undip khususnya dari Fakultas Psikologi. Acara ini menghadirkan 3 pembicara yaitu Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, S.T., M.Si. (Kepala Kantor Pemeringkatan Universitas Diponegoro), Faef Kartika Indriati, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Head of Corporate Service PT Indika Multi Properti dan Ketua IKAPSI Undip), Eko Prasetyanto, S.Psi., M.M. (Staff Kementerian Sekretaris Negara dan alumni Undip angkatan 1999), yang dimoderatori oleh Dr. phil. Dian Veronika Sakti Kaloeti, S.Psi., M.Psi. (Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Psikologi Undip).

Mengawali acara, Dekan Fakultas Psikologi Undip, Prof. Dian Ratna Sawitri, S.Psi., M.Si., Ph.D. menyatakan bahwa link and match dengan industri harus terjalin, maka dari itu mahasiswa disiapkan untuk mengikuti kegiatan di luar kampus. Begitu juga dengan dosen yang bekerja sama dalam penelitian baik dengan dosen dari disiplin ilmu yang berbeda maupun dosen dari universitas berbeda.

“Alumni juga berperan penting, mengingat Undip tercatat sebagai universitas yang lulusannya cepat mendapat pekerjaan menurut penilaian QS Graduate Employability Rankings 2022, di mana kiprah alumni berperan sebanyak 25%. Di sini nanti kita semua bisa sharing barangkali ada lowongan di dunia industri tempat alumni Fakultas Psikologi Undip bekerja yang bisa memberikan pengalaman kepada adik-adik mahasiswa Psikologi Undip,” kata Prof. Dian.

Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui acara ini banyak prestasi yang telah diraih oleh alumni Undip dan membuktikan bahwa alumni Undip adalah berkualitas, adaptif, dan siap kerja. “Walaupun terbilang jurusan baru di Undip, tetapi banyak sekali peminat program studi Psikologi. Insyaallah nanti kita bisa membuka prodi S3 Psikologi. Para alumni bisa membantu Undip dengan berbagai cara, luangkan waktu untuk mengisi kuesioner, berkontribusi menjadi pengajar di Fakultas Psikologi, atau bahkan membuka lowongan magang jika punya kantor sendiri,” tutur Prof. Yos.

Pembicara pertama, Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, S.T., M.Si. menyebutkan 3 indikator utama keberhasilan Undip, yakni sebagai PTNBH, universitas riset, dan World Class University (WCU). Kini Undip berada di peringkat ke 801-1000 menurut QS World University Rankings 2023 dan hasil pemeringkatan ini tentunya adalah cerminan posisi Undip.

“Terdapat peran alumni dalam 6 dari 8 IKU pendidikan tinggi. Networking alumni menarik lulusan Undip sebagai SDM siap kerja, maka dari itu sejak kuliah harus aktif berkegiatan di luar kampus dan wajib melaksanakan magang. Kekuatan dahsyat bisa tercipta jika kita bersatu, semoga bersama-sama kita mengantarkan Undip menjadi WCU,” kata Prof. Denny saat menjelaskan posisi Undip saat ini.

Pembicara kedua, Faef Kartika Indriati, S.Psi., M.Psi., Psikolog menyampaikan materi berjudul “Kiprah Alumni di Instansi Swasta dan Peluang Jejaring”. Alumni Psikologi Undip terkoneksi (connected) melalui IKAPSI, berkolaborasi (collaborate) melalui Alumni Virtual Talk (AVT) dan Sharing with Alumni Psychology (SWAP), dan berkontribusi (contribute) kepada almamater dengan memberikan informasi, kontak dan kesempatan kepada mahasiswa psikologi Undip mengenai program magang, lowongan pekerjaan, maupun penelitian. “Penting untuk membangun mindset positif agar berhasil mencapai tujuan kita. Ada banyak tantangan di era 5.0, ketahui passion dan preference untuk mengubah ide menjadi realita,” pesan Faef yang merupakan alumni Psikologi Undip tahun 2000.

Selanjutnya, Eko Prasetyanto, S.Psi., M.M. memberikan insight tentang pengalaman bekerja di institusi negara. Dalam materinya yang bertema “Membangun Kepribadian untuk Siap Bersaing di Dunia Kerja”, Eko menjabarkan pola pikir yang diperlukan di dunia kerja yakni berpikir positif (dapat dilihat dari kepribadian), berpikir konstruktif (berupa skill), dan berpikir efektif (menunjukkan karakteristik).

Prinsip kerja yang harus ditanamkan sejak dini antara lain integritas, fleksibilitas, komunikasi, mau membantu, dan mau belajar dari kesalahan. “Hal-hal yang dipelajari di tempat kerja nantinya akan berguna. Jadi belajar sebanyak mungkin dan karir akan meningkat secara bertahap,” ucap Eko.