HMD Pertanian, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro yang dibimbing oleh Agus Subhan Prasetyo, S.P., M.Si sukses menggelar kegiatan FGD dan pemantapan Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa di Kelurahan Wates, pekan lalu. Bersama dengan masyarakat Kelurahan Wates kami berdiskusi dan membahas mengenai penyelesaian permasalahan yang ada di Kelurahan Wates. Dari hasil FGD didapatkan permasalahan, yakni kelimpahan stok buah jambu kristal yang tidak diimbangi dengan penanganan pascapanen yang benar, sehingga terdapat banyak buah jambu kristal yang mengalami kebusukan. Selain itu, pada lahan pertanian terdapat banyak hama lalat yang merusak hasil komoditas. Permasalahan tersebut di sepakati bersama masyarakat untuk diselesaikan melalui pemanfaatan teknologi ozon untuk menangani hasil pascapanen dan penerapan sistem pertanian organik untuk mengurangi kerusakan hasil komoditas. Kegiatan FGD tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peresmian Pendopo Agung yang dihadiri oleh Drs. Puput Widiyatmoko M.M. selaku Sekretaris Kecamatan Ngaliyan, Ketua RT 5, Ketua RW 2, Kelompok Tani Sumber Raharjo, Kelompok Tani Rejo Tani, Kelompok Tani Perikanan dan Kebun Jeruk RW 3, Kelompok Wanita Tani Rukun Makmur, serta warga sekitar. Harapannya Pendopo Agung yang baru diresmikan tersebut dapat bermanfaat bagi warga Kelurahan Wates dan menjadi wadah seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan.

Kegiatan FGD tidak hanya dihadiri oleh tim PPK HMD Pertanian beserta dosen pembimbing, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ibu drh. Siti Susanti, M.Sc., PhD. dan Guru Besar Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro. Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA merupakan penggagas teknologi ozon. Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA kemudian memberikan masukan kepada warga terkait teknologi ozon yang akan diaplikasikan pada komoditas unggulan Kelurahan Wates, yakni jambu kristal. Beliau menjelaskan mekanisme kerja dari ozon, bagaimana ozon mampu meningkatkan daya simpan dari jambu kristal, serta keuntungan yang didapat dari penggunaan ozon dalam penanganan pascapanen. “Apa yang membuat komoditas cepat membusuk? Ya, betul karena mikroba yang menempel pada komoditas. Oleh karena itu, teknologi ozon bekerja dengan cara membunuh mikroba, sehingga komoditas dapat memiliki masa simpan yang lebih lama dan dapat bertahan hingga 5 bulan. Dengan teknologi ozon juga mampu menghasilkan komoditas yang lebih higienis karena ozon dapat meluruhkan pestisida.” Alhamdulillah, warga dan kelompok tani di Kelurahan Wates menerima dengan terbuka dan bersemangat untuk dapat melaksanakan program kegiatan PPK bersama HMD Pertanian.

Setelah melakukan FGD bersama dengan warga Kelurahan Wates, dimulai dari tanggal 7 Juli hingga 18 Juli 2022 Tim PPK Ormawa HMD Pertanian berkunjung untuk melakukan sosialisasi dengan anjangsana di Kelurahan Wates, di rumah ketua RW 2, dan rumah ketua kelompok tani. Kami memaparkan rencana rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama bulan Juli hingga akhir November 2022 berdasarkan hasil diskusi bersama pada tanggal 6 Juli 2022. Kami juga saling bertukar pendapat dan pandangan mengenai rencana kegiatan dengan Ibu Lurah, Ketua RW 2, dan Ketua Kelompok Tani mengenai kesesuaian program, kesiapan masyarakat sebagai target partisipan, serta ketertarikan beliau sebagai pemerintah setempat dan perwakilan dari masyarakat dalam melaksanakan rencana rangkaian kegiatan PPK Ormawa HMD Pertanian 2022. Harapannya partisipasi pemerintah serta warga setempat mampu membantu merealisasikan program-program yang telah direncanakan bersama. Semoga program pengabdian serta pemberdayaan masyarakat ini dapat membawa dampak positif bagi warga sekitar, sehingga mampu meningkatkan usaha tani jambu kristal milik warga Kelurahan Wates.

Ket. Foto: Sosialisasi kepada Ibu Lurah Rencana Kegiatan yang akan dilaksanakan bersama warga Kelurahan Wates