Undip telah memberikan banyak pengalaman yang berarti bagi saya. Saya menyadari bahwa dalam studi selama ini, lingkungan adalah sesuatu yang sangat mahal dan berarti. Lingkunganlah yang membuat saya sampai pada titik ini. Undip telah memungkinkan saya untuk mendapatkan lingkungan yang sangat mendukung itu. Pendidikan adalah senjata untuk mengubah dunia, kata Nelson Mandela. Oleh karena itu, pendidikan menjadi sangat penting untuk mencapai kehidupan bangsa yang lebih baik. Namun, jangan lupa dimulai dari mengubah diri sendiri terlebih dahulu. Kuliah dan organisasi adalah wadah belajar yang sama-sama pentingnya. Kelas memberikan asupan  ilmu secara teoritis, sementara lapangan, termasuk organisasi, memberikan ruang praktik yang begitu luas. Keduanya sama-sama berada dalam koridor pendidikan dan harus dijalankan secara seimbang” ungkap Firhandika Ade Santury, Wisudawan ke-167 Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.

“Saya mengikuti beberapa organisasi dan berkegiatan di luar Undip selain aktif berkuliah. Di antaranya menjadi bagian dari pengurus beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa di tingkat fakultas seperti keagamaan, sosial-politik, olahraga, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Selain itu, saya juga terlibat sebagai ketua dalam kepengurusan Senat Mahasiswa Fisip Undip tahun 2020, Wakil Ketua UKMF Bulutangkis FISIP Undip, Ketua Forum Komunikasi Daerah Kabupaten Semarang, Koordinator Komunitas Literasi Pustaka Bestari di Kabupaten Semarang, Koordinator Jaringan Gusdurian Undip 2022, Paguyuban Seni Pemuda, serta aktif magang selama hampir satu tahun di Lembaga Swadaya Masyarakat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jawa Tengah pada tahun 2021. Dalam beberapa kesempatan juga terlibat dalam pengelolaan jurnal Magister Ilmu Politik Undip dan mengikuti beberapa kegiatan pelatihan beberapa LSM, serta turut serta dalam beberapa advokasi masyarakat di wilayah konflik” lanjut peraih IPK 3,93 ini.

Firhandika mengatakan dalam kompetisi ia pernah mengikuti perlombaan menulis puisi dan cerpen dengan hasil meraih kesempatan untuk terbit bersama dalam buku karya Sapardi Djoko Darmono serta meraih harapan dalam kompetisi cerpen terbuka. Ia memandang bahwa ukuran prestasi baginya adalah lebih kepada pengabdian kepada masyarakat, mulai dari advokasi serta mendampingi masyarakat yang dibatasi ruang hidupnya. (Lin-Humas)