Anak merupakan penerus cita-cita bangsa. Menjaga kesehatan anak memiliki peran penting bagi masa depan Indonesia. Anak-anak yang sehat, kuat, cerdas, kreatif, inovatif, serta berkarakter kuat menjadi aset bangsa di masa depan. Bangsa yang mampu bersaing di kancah internasional adalah bangsa yang memiliki sumber daya yang unggul. Oleh karena itu, masyarakat dan orang tua diharapkan memiliki kesadaran dan perhatian lebih terhadap kesehatan serta pertumbuhan anak-anaknya agar kelak mampu memiliki peran bagi kemajuan bangsa.

Dalam rangka Hari Anak Nasional, PKRS RSND mengangkat tema “Anak Tangguh Pasca Pandemi Covid-19” dalam acara Talkshow Healthy Life yang dilangsungkan pada hari Kamis, 21 Juli 2022 dengan narasumber dr. Moh Syarofil Anam, M.Si.Med, Sp.A

Pada talkshow kali ini dijelaskan bahwa kasus Covid-19 belum selesai, bahkan sebagian anak-anak pun menjadi korban. Anak tangguh yang dimaksud adalah anak yang mampu menjalani kehidupan secara normal di masa pandemi. Setelah 2 tahun kegiatan sekolah dilaksanakan secara daring, diharapkan ketika kegiatan belajar mengajar sudah dapat dilaksanakan secara luring, anak tetap memiliki sistem kekebalan tubuh dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Banyak anak yang berat badannya naik saat pandemi ini. Yang dikhawatirkan adalah anak mengalami obesitas, hal ini bisa dijadikan momentum bagi orang tua untuk mengawal dan memberi pengertian kepada anak agar tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Meskipun anak saat ini sudah mulai sekolah offline, gizinya harus tercukupi agar anak tetap fit di tengah padatnya kegiatan di sekolah. Kebutuhan asupan gizi harus disesuaikan dengan umur anak dan orang tua harus memantau serta memastikan kebutuhan gizi anak tercukupi. Sebaiknya, orang tua membawakan bekal kepada anaknya agar dapat menyesuaikan kebutuhan gizi anak. Secara sederhana, orang tua perlu memberikan protein kepada anaknya agar pertumbuhan anak dapat optimal.” Tutur dr. Anam

Perlindungan khusus untuk anak dan pemenuhan hak anak dapat dilakukan oleh orang tua, dr. Anam menjelaskan beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain kenali potensi gangguan pada anak saat melaksanakan kegiatan belajar secara luring pasca sebelumnya dilakukan secara daring sehingga hak kesehatan terpenuhi, lingkungan terkadang kurang ramah kepada anak, seperti banyaknya orang yang merokok di sembarang tempat. Tentu hal ini harus menjadi perhatian orang tua, dan sekolah harus bisa memenuhi hak anak selama menjalani pendidikan, baik kesehatan dan juga sosialnya.

“Saran pemerintah untuk optimalisasi luring merupakan langkah pemerintah dalam memenuhi hak pendidikan anak. Akan tetapi, karena pandemi belum berakhir, hal ini harus lebih diperhatikan karena bisa jadi hak kesehatan anak yang akan terenggut. Prosedur, protokol kesehatan, dan lingkungan sekolah harus diperhatikan agar kesehatan anak tetap terjaga” penjelasan dr. Anam.

“Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, mari para orang tua lebih bersinergi menjaga kesehatan anak. Selama 2 tahun ini anak merasakan pandemi dan pandemi ini belum berakhir. Saat ini, anak melaksanakan kegiatan belajar di sekolah secara luring, sebagai orang tua harus memperhatikan anak tetap sehat saat sekolah, memastikan anak sudah menerima vaksin, serta memastikan sekolah tetap melaksanakan protokol kesehatannya agar anak tetap sehat dan tangguh di tengah pandemi ini.” Pesan dr. Anam.