Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week diperingati setiap tahunnya pada minggu pertama, yakni tanggal 1-7 di bulan Agustus. Menurut WHO, ASI merupakan nutrisi yang ideal untuk bayi dimana sifat ASI sendiri jelas aman, bersih dan mengandung antibodi seperti DHA, AA, Omega 6, laktosa, taurin, protein, laktobasius, vitamin A, kolostrum, lemak, zat besi, laktoferin and lisozim yang semuanya dalam takaran dan komposisi yang pas untuk bayi. Oleh karenanya, ASI sangat penting dalam membentuk sistem imun pada bayi dimana dapat membantu melindungi anak dari banyak penyakit umum, meningkatkan kecerdasan, dan membantu perkembangan otak sehingga ini menjadi investasi bagi bayi.

Dalam rangka memperingati pekan ASI ini, PKRS RSND dalam kegiatan rutinnya yaitu Talkshow Healthy Life pada Kamis, 4 Agustus 2022 mengangkat tema “Berikan ASI, Investasi Untuk Bayi” dengan ahlinya, dr. Yetty Movieta Nency, Sp.A(K).

Berdasarkan penjelasan dari dr. Yetty, Pekan ASI Sedunia ini diangkat dalam rangka untuk membentuk generasi ideal yang memegang bangsa dan negara, karena ASI memiliki nutrisi yang sempurna. Mendukung para ibu untuk memberikan ASI dari awal, guna membentuk tubuh, intelektual, emosional, dan sosial yang bagus pada anak.

“Ibu, sejak ANC (Antenatal Care) harus sudah mempersiapkan ASI, guna mencegah berbagai kemungkinan sebelum bayi lahir. Jika ASI tergantikan, selain berimbas pada bayi, juga akan mempengaruhi pendapatan keluarga yang semakin membengkak karena uang yang harusnya untuk membeli bahan pokok malah digunakan untuk membeli susu formula. Ditambah jika takaran berlebih bisa menyebabkan obesitas pada anak atau jika diencerkan akan mengakibatkan anak terdampak gizi buruk.” Tutur dr. Yetty

“Masa emas pertumbuhan anak pada usia 2-5 tahun, harus dapat dimaksimalkan dengan pemberian ASI. Komposisi ASI sudah sangat ideal dibanding dengan susu formula. ASI juga memiliki zat pertahanan yang menyebabkan bayi tidak mudah sakit. Jika sering sakit kualitas hidup terganggu, karena harus berobat dan pengeluaran akan bertambah.” Lanjutnya.

dr. Yetty menyebutkan beberapa manfaat ASI, diantaranya anak dan ibu akan mempunyai bonding yang kuat, dalam artian mudah dikendalikan, dalam kehidupan kedepannya serta anak mudah dinasehati; Pemberian ASI mempunyai efek kecerdasan jangka panjang. Di Australia, dilakukan sebuah penelitian yang hasilnya, anak-anak yang mendapat ASI eksklusif memiliki IQ nya lebih tinggi serta memori yang bagus dibanding dengan yang tidak mendapat ASI eksklusif; Dengan ASI, bayi akan terhindar dari resiko berbagai penyakit karena ASI akan membentuk sistem imun; Kolostrum, yakni cairan berwarna kuning yang pertama keluar pada ASI, jika mengalir ke usus bayi akan membentuk daya tahan. Kolostrum sendiri mengandung protein yang tinggi sehingga ini adalah investasi bagi bayi; Dan paling penting ASI tidak tergantikan dengan susu apapun karena komposisinya paling ideal untuk pertumbuhan bayi.

“ASI eksklusif adalah sepenuhnya memberikan ASI selama 6 bulan, bukan mix dengan susu formula. Jika hal itu terjadi, maka tidak akan memberi dampak positif jangka panjang untuk sang anak. ASI yang diberikan dalam rentang usia anak 18 bulan akan membentuk kecerdasan yang bagus, daya tahan kuat, membentuk anak berkualitas, meski saat usia bayi 6 bulan ditambah dengan MPASI.” Tegas dr. Yetty.

Terkait produksi, ASI dipengaruhi oleh hormon, salah satunya hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin akan diproduksi ketika ibu hamil, sedang hormon oksitosin dipengaruhi oleh kondisi psikis ibu. Jika ibu gembira, ASI akan keluar banyak. Sebaliknya, jika ibu stress, sedih, atau pun murung, maka ASI yang dikeluarkan sedikit.  Sehingga dr. Yetty berpesan agar keluarga dan lingkungan sekitar untuk mendukung ibu menyusui agar ibu selalu gembira, bukan malah menyarankan susu formula untuk semisal ASI belum kunjung keluar.

“Teruntuk para ibu atau calon ibu, niatnya harus kencang jika sedang menyusui karena ASI adalah yang utama, yang terbaik, dan tak tergantikan. Jika ASI tidak keluar, bisa diupayakan dan diselesaikan dengan beragam solusi, bukan dengan mengganti ASI dengan susu formula. Jika menyerah untuk tidak memberikan ASI eksklusif itu sangat disayangkan karena hal ini merupakan anugerah dari Tuhan dimana saat hamil akan dibarengi dengan produksi ASI. Bagi ibu yang keluar ASI, menyusuilah sesering mungkin. Hal ini akan mengosongkan payudara sehingga akan ada sinyal dari hormon oksitosin untuk produksi lagi. Bagi wanita karir, jangan sampai kesibukan melenakan untuk tidak memberikan ASI pada buah hati, bisa diupayakan dengan ASI perah sebelum bekerja untuk kemudian dibekukan. Terakhir, jika ingin buah hati kita menjadi generasi yang berkualitas, maka berikanlah ASI sebagai investasi untuknya.” Pungkas dr. Yetty.