Salah satu kompetisi terbesar di Asia Tenggara, ASEAN Para Games 2022 telah resmi digelar pada 30 Juli 2022. Para atlet difabel dari seluruh negara ASEAN ini dipertemukan dan berkompetisi satu sama lain hingga 6 Agustus 2022 di Solo, Jawa Tengah. Tujuan diselenggarakannya ASEAN Para Games ini untuk memberikan wadah bagi para atlet difabel demi mengembangkan potensi yang dimiliki.

Mahasiswa Universitas Diponegoro turut menyumbangkan medali perak dan emas di cabang olahraga Para Swimming pada ajang ASEAN Para Games 2022, Kamis (04/07) dan Jumat (05/07). Tara Athaya Yasykur, atau yang kerap disapa Tara ini merupakan mahasiswa Undip program studi Ilmu Komunikasi angkatan 2021 yang berhasil meraih  medali perak dengan 100 meter Gaya Dada SB12 Putri dan medali emas  50 meter Gaya Bebas S12  di cabang olahraga Para Swimming ASEAN Para Games 2022.

Prestasi luar biasa yang dimiliki mahasiswa Undip ini memiliki kisah yang menarik. Sebelumnya Tara tidak pernah memiliki niat untuk menjadikan renang sebagai ajang meraih prestasi tetapi saat ia memenangkan kejuaran tingkat provinsi di masa SMP, ia terpikir untuk menekuni hobinya itu sampai sekarang. Tara mengatakan bahwa ini merupakan kali pertama ia mengikuti ajang Asean Para Games tepatnya di cabang olahraga Para Swimming. Sebenarnya breaststroke bukanlah gaya renang utamanya  tetapi, melihat jumlah peserta yang terbatas, ia terpaksa mengambil nomor itu dan berhasil meraih medali perak.

Menjadi salah satu peserta yang berpartisipasi dalam kompetisi ASEAN Para Games 2022 dan berhasil meraih medali perak dan emas bukanlah hal yang mudah, Tara mengungkapkan banyak mendapatkan dukungan positif dari orang disekitarnya.

“Saya selalu ingat tujuan awal saya melakukan persiapan ini semua latihan dan sebagainya untuk apa menjadikan saya kembali bersemangat kembali untuk terus berusaha, serta doa dan support dari orang-orang terdekat  yang sangat berpengaruh dalam serangkaian proses keberhasilan saya” tuturnya.

Untuk mengimbangi antara hobi dengan kuliahnya, manajemen waktu yang baik adalah solusinya. Diselas-sela kesibukannya menjadi seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Undip, ia masih bisa menyempatkan waktu untuk menjalankan hobinya yaitu berenang.

“Dikarenakan kuliah masih dilakukan secara online kemarin membuat saya lebih mudah untuk mengatur waktu kuliah dan latian. Seperti saat latihan dilakukan pagi hari saya masih bisa mengikuti kuliah dan mengerjakan tugas kuliah setelah latihan selesai, begitupun sebaliknya ketika latihan dilakukan sore hari maka saya mengikuti kelas atau kuliah sebelum saya memulai latihan” terang Tara.

 “Jika kita mempunyai cita-cita atau keinginan, jangan pesimis, kita harus mencoba dan memperjuangkannya. Kalau tidak dicoba bagaimana kita bisa tahu, jika pun gagal tetap optimis, itu hal yang wajar yang penting jangan pernah berhenti mencoba dan berusaha. Kita mesti yakin bahwa usaha tidak akan pernah menghianati hasil. Apa yang kita perjuangkan akan terbayarkan di waktu yang tepat, selalu berdoa, semangat semua!!” ucapnya. (Afifah-Humas)