Universitas Diponegoro (Undip) menerima kunjungan dari IDP dan Australian National University (ANU) pada Senin, 8 Agustus 2022 pukul 13:00 – 15:00 WIB di Quality Hall Gedung Widya Puraya Undip Tembalang. Kunjungan ini dilaksanakan untuk menjalankan kerjasama antara dua institusi pendidikan tinggi, Undip dan ANU, di mana ANU akan mengadakan presentasi dan sesi tanya jawab mengenai pilihan program studi dan proses pendaftaran pada ANU yang ditawarkan kepada mahasiswa Undip untuk melanjutkan studi di luar negeri.

Direktur Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Undip, Hanifa Maher Denny, S.KM., MPH., Ph.D. secara resmi membuka acara ini. “Saat ini undangannya masih terbatas karena sesuai dengan protokol kesehatan, semoga ke depannya kita bisa mengundang lebih banyak audiens. Terima kasih untuk semuanya yang telah bergabung, informasi bermanfaat dari acara ini dapat dibagikan ke teman-teman sehingga membuka opportunity bagi yang ingin belajar di luar negeri,” tutur Hanifa.

Acara diawali dengan perkenalan dan diskusi singkat dari International Office (IO) Undip, yang diwakili oleh Anggun Puspitarini Siswanto, S.T., Ph.D selaku Ketua IO Undip. Kepada para mahasiswa yang berpartisipasi dalam acara ini, Anggun memperkenalkan IO Undip sebagai pintu kegiatan internasional Undip sehingga segala informasi yang berkaitan dengan urusan internasional di Undip bisa langsung ditanyakan kepada pihak IO Undip. Selain mengurus mahasiswa in-bound dan out-bound, IO Undip juga memberikan info terkini mengenai kesempatan kuliah di luar negeri yang dapat diakses melalui website dan Instagram resmi IO Undip. “Untuk konversi SKS berbeda-beda tergantung kebijakan setiap universitas, bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ingin mendaftar di mana yang paling tepat,” ungkapnya.

Presentasi oleh ANU disampaikan oleh Firman Prayogo, Senior Partnership Officer of ANU di Indonesia. Ulasan mengenai ANU dan Australia dideskripsikan untuk mengawali presentasi, di mana Firman menyebut kota Canberra tempat ANU berada, sebuah kota yang sangat relevan untuk pendidikan karena keanekaragaman dan multikulturalisme di dalamnya. Berjarak sekitar satu jam dari Sydney dan Melbourne juga menarik minat mahasiswa yang ingin belajar di ANU sekaligus explore.

ANU adalah universitas riset dan 87% dari tenaga akademiknya memiliki gelar PhD. Program studi favorit di antaranya di bidang Business & Economics, Engineering, Science, Law, Asia & Pacific, dan Health. Terdapat program studi S1 (Undergraduate programs), S2 (Postgraduate programs) dan S3 (Higher Degree by Research: PhD & PostDoc).

Untuk program S2 dibagi menjadi dua opsi yaitu Master by Coursework (full time selama 1-2 tahun) dan Master by Research (full time 2 tahun didampingi oleh research supervisor). Bagi yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3, disarankan untuk mengambil Master by Research, karena menurut kurikulum di Australia jika mengambil Master by Coursework tidak bisa langsung melanjutkan studi S3.

Persyaratan mendaftar di ANU antara lain berasal dari universitas terakreditasi A atau B, IPK minimal 3.00, mendapat skor IELTS 6.5. Biaya studi berbeda-beda sesuai jalur yang diambil, menggunakan biaya pribadi atau beasiswa. ANU juga bekerjasama dengan pemerintah sehingga bagi mahasiswa yang mendaftar LPDP berkesempatan untuk berkuliah di ANU.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan tanya jawab dari peserta kepada pembicara, antara lain mengenai kuota bimbingan untuk Master by Research, proses pendaftaran, biaya pendaftaran, konversi SKS dan sebagainya. Bagi mahasiswa Undip yang tertarik, informasi lebih lanjut dapat didiskusikan dengan IO Undip yang kantornya berada di Gedung Widya Puraya Undip Tembalang. (Titis – Public Relations)